Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal!

CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal

Waktu: 2026-07-29 18:05:38 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 840x

TANIMBAR, KOMPAS.com – Operator Proyek Abadi LNG Blok Masela, INPEX Corporation, memastikan pengembangan proyek gas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda mengatakan, berbagai hasil kajian menunjukkan Proyek Abadi LNG Blok Masela akan memberikan dampak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Berdasarkan riset, proyek Blok Masela akan memberi dampak besar pada ekonomi nasional, lalu memberikan manfaat sosial untuk masyarakat sekitar," kata Ueda saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, manfaat tersebut menjadi salah satu tujuan utama pengembangan proyek yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek bernilai sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp 300–330 triliun itu diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Maluku.

Ueda mengatakan, INPEX juga berharap Blok Masela menjadi simbol kemajuan melalui kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang.

"Ini juga menjadi simbol kerja sama dan kemajuan. Ini sangat penting untuk Indonesia dan pihak yang bekerja sama," ujarnya.

Ia menambahkan, INPEX berkomitmen mengembangkan proyek tersebut dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di sektor energi.

"Kami sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun, ini menjadi bekal," kata dia.

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan pengembangan Proyek Abadi LNG Blok Masela mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada fase konstruksi, dengan sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kajian LPEM FEB UI juga memperkirakan proyek ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan PDB nasional, penerimaan negara, hingga penurunan tingkat kemiskinan di kawasan sekitar proyek.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Drake Pasang Taruhan Rp24,5 Miliar untuk Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia
  • Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan
  • Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
  • Iran Diduga Lacak Ponsel Tentara AS, Manfaatkan Celah Telekomunikasi
  • Komjak Sebut Penyidik KPK Bisa Dilibatkan Usut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
  • Darma Henwa (DEWA) Bentuk 3 Anak Usaha Baru, Bidik Bisnis Listrik hingga Infrastruktur
  • Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar
  • Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang
Konten Rekomendasi
  • Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
  • Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
  • Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
  • Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
  • Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
  • Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura