Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas!

Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas

Waktu: 2026-09-13 01:19:04 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 108x

FLORES TIMUR, KOMPAS.com – Konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). Dua orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.

"Korban meninggal dunia ada dua orang," kata Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal saat dihubungi, Sabtu.

Antonio belum merinci identitas kedua korban. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing korban berasal dari dua desa yang terlibat bentrok.

Tiga korban dibawa ke puskesmas

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan pihaknya menerima tiga korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak, sekitar pukul 07.00 Wita.

"Yakni NI (21), BI (19), dan SS (63). Ketiganya berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak," ujar Stefanus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SS mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian paha belakang, sedangkan BI mengalami luka tembak di bagian dada.

Sementara itu, NI meninggal dunia sekitar pukul 07.10 Wita.

"Korban meninggal akibat luka tembak di bagian jantung," kata Stefanus.

Brimob dan polisi dikerahkan

Antonio mengatakan, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Adonara.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi bentrokan.

Menurut Eliezer, polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut.

"Data pasti mengenai korban jiwa maupun kronologi kejadian baru akan dirilis setelah proses olah TKP selesai," ujarnya.

Ia memastikan aparat terus berupaya mengendalikan situasi agar bentrokan tidak meluas.

"Kami sedang berupaya keras untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut," katanya.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Eliezer mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi yang dapat memperburuk situasi.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Satpol PP Tegur TikToker yang Ngonten Jual Miras di Taman Mataram Jaksel
  • 3 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 20-26 Juli 2026, Ada Leo
  • Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian
  • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar
  • Dari Rocafonda ke Final Piala Dunia 2026, Nama Lamine Yamal Simpan Kisah Haru
  • J Trust Bank (BCIC) Gandeng Pegolf Kristina Yoko untuk Perkuat "Branding"
  • Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan
  • Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan
Konten Rekomendasi
  • Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
  • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
  • Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
  • Piala Dunia 2026: Perancis Lebih Jago dari Inggris saat Tampil di Perebutan Peringkat 3
  • Sumur Mengering, Warga Blitar Terpaksa Beli Air untuk Kebutuhan Dasar
  • AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 RI yang Dijarah Douglas Latchford