Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump!

Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

Waktu: 2026-09-12 22:34:34 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 615x

Kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta, atau setara Rp 179,4 miliar, untuk siapa saja yang mampu membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seruan pembunuhan dengan tawaran imbalan itu disebut sebagai "kutukan" bagi Presiden AS tersebut.

Tawaran tersebut, seperti dilansir Press TV dan Middle East Monitor, Sabtu , diumumkan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak, berkaitan dengan pembunuhan dua komandan yang dihormati, termasuk komandan terkemuka Iran, oleh AS beberapa waktu lalu.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak merupakan komponen kunci dalam Poros Perlawanan, dan terlibat aktif dalam perang antara Iran-AS dengan melancarkan serangan terhadap aset-aset militer AS di kawasan tersebut.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Kamis , Kelompok Perlawanan Islam di Irak yang memayungi berbagai faksi perlawanan tersebut mengatakan bahwa mereka mengalokasikan imbalan US$ 10 juta yang dikumpulkan dari sumbangan para anggota dan pendukung kelompok tersebut.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengatakan bahwa tawaran imbalan itu ditujukan bagi "siapa pun yang membunuh penjahat Trump, atau bagi siapa pun yang memutuskan untuk mengalokasikan atau menyalurkan imbalan tersebut kepada individu, kelompok, entitas, atau institusi tertentu".

Dikatakan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak bahwa "kesombongan kriminal" Trump terkait pembunuhan "komandan-komandan kemenangan", Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, menjadi "tanda paling nyata dari runtuhnya moral pemerintah AS".

Mendiang Jenderal Soleimani merupakan komandan Pasukan Quds Iran, sedangkan Al-Muhandis merupakan wakil komandan Pasukan Mobilisasi Populer Irak. Keduanya tewas dalam serangan drone AS di luar Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020, yang diperintahkan langsung oleh Trump.

Pernyataan Kelompok Perlawanan Islam di Irak itu juga menegaskan bahwa "para penindas tidak akan pernah merasakan kedamaian".

"Orang-orang yang bebas di seluruh dunia akan terus memburu pembunuh anak-anak dan ilmuwan. Para tiran tidak akan pernah merasakan kedamaian, dan sang penjahat tidak akan menemukan tempat berlindung yang aman dari kemurkaan orang-orang yang terhormat," tegas Kelompok Perlawanan Islam di Irak.

"Pembalasan adalah janji yang mengikat bagi para pejuang, dan darah para syuhada akan tetap menjadi kutukan yang mengguncang takhta orang-orang yang angkuh hingga para agresor dikalahkan dan benteng-benteng tirani runtuh," imbuh pernyataan kelompok tersebut.

Pengumuman ini muncul di tengah fase baru yang intens dalam perang antara Iran melawan AS dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari. Sempat terhenti selama gencatan senjata, pertempuran kembali berkobar menyusul perselisihan mengenai pengaturan atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk energi global.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah
  • Pengemudi Ojek Ditembak Maling Motor Saat Coba Tangkap Pelaku di Matraman Jaktim
  • Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah
  • Korban Tabrak Lari di Antapani Bandung, Kakek 81 Tahun Meninggal Dunia
  • Angels Victoria's Secret Akan Segera Turun ke Runway, Ini yang Dinanti
  • Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
  • BI: Likuiditas Perbankan Masih Memadai, Suku Bunga Antarbank Mulai Turun
  • Beredar Surat Edaran Libur Final Piala Dunia 2026, Gubernur NTT: Itu Hoaks, ASN Tetap Masuk Normal
Konten Rekomendasi
  • Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL
  • Pencarian Hari Ke-empat Belum Membuahkan Hasil, 25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
  • Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
  • Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan
  • Candu Judol Pangreh Praja
  • Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, 4 Korban Terjebak Belum Ditemukan Jelang Tengah Malam