Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko!

Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko

Waktu: 2026-07-29 19:06:51 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 596x

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini. Dalam pertemuan itu, Houssaini mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.

Pertemuan digelar di kediaman Megawati, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin . Dalam pertemuan itu, Houssaini mengenang eratnya hubungan Indonesia dan Maroko yang telah terjalin sejak era Presiden Sukarno.

Houssaini mengatakan hubungan kedua negara makin erat setelah kunjungan Sukarno ke Rabat pada 2 Mei 1960. Saat itu, Sukarno disambut Raja Mohammed V.

Untuk mengenang kunjungan tersebut, pemerintah Maroko mengabadikan nama Sukarno menjadi salah satu nama jalan utama di ibu kota Rabat, yakni Rue Soekarno.

"Lokasi jalan Sukarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko," jelas Dubes Houssaini. "Terima kasih banyak," balas Megawati sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Houssaini juga mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.

"Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati," ujar Dubes Houssaini.

Dubes Maroko mengatakan kedua negara punya banyak kesamaan. Selain itu, kerja sama bilateral dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan, telah lama terjalin.

Megawati pun mengatakan banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Maroko dalam bidang studi Islam dan Arab. Selain itu, Dubes Houssaini mengatakan Maroko punya salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9. Universitas itu dibangun oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri.

"Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab," jelasnya.

Megawati mengatakan Maroko termasuk negara yang relatif terbuka. Maroko juga setiap tahun memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.

"Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika," kata Megawati.

Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika bisa berkumpul kembali dan berperan sebagai kekuatan dunia ketiga.

"Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika," harap Megawati.

Lebih lanjut, Dubes Houssaini menjelaskan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia pada 2030. Kedua tokoh juga berbincang mengenai green energy, dampak global warming, food security, dan topik hangat yang lain.

Di akhir pertemuan, Houssaini menyerahkan bingkai foto kunjungan Sukarno ke Maroko. Megawati tampak terharu dan menyampaikan apresiasinya atas pemberian tersebut.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.

Lihat juga Video 'Dubes Arab Saudi Sambangi Megawati di Menteng, Bahas Apa?':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • BNPP Pertahankan Opini WTP BPK, Realisasi Anggaran Tembus 99,38 Persen
  • Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah: Padahal Sudah Ikut Retret
  • 4 Jenis Alat Masak yang Paling Cocok untuk Kompor Listrik, Catat!
  • Rumah Wanita di Kediri Diduga Sengaja Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
  • 6 Maskapai Akan Terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Ini Rutenya
  • Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Rp 14,2 Miliar Kasus Pinjol ke Kas Negara
  • WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
  • Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri
Konten Rekomendasi
  • Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah
  • BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  • INFOGRAFIK: Hoaks Ibu Rumah Tangga Dapat Bantuan DAP Australia Sebesar Rp 1 Miliar
  • Syarat-syarat Agar KPK Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah dari Kejagung
  • Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi
  • Update Korban Balon Gas Meledak di Bali, Tiga Orang Masih Dirawat