Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha!

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha

Waktu: 2026-09-12 22:47:13 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 219x

Sebagai bagian dari Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menyatakan terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi melalui transformasi bisnis, penguatan tata kelola, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang berkelanjutan.

Abdul Bari mengatakan pembangunan ekonomi yang inklusif perlu berjalan seiring dengan pembangunan manusia.

Oleh karena itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial yang ditujukan untuk masyarakat.

Selain meluncurkan sejumlah program pemberdayaan, peringatan HUT ke-56 Jamkrindo juga diisi dengan Program Pustaka Lestari untuk ribuan anak Indonesia, Pelosok Mengajar, bantuan Pojok Membaca, edukasi kesehatan mental keluarga, program peningkatan kompetensi guru, program dedikasi guru, serta kegiatan donor darah.

Rangkaian perayaan HUT juga dimeriahkan dengan kegiatan Fun Walk yang diikuti jajaran direksi, dewan komisaris, karyawan, dan keluarga besar perusahaan.

Menurut Abdul Bari, kegiatan tersebut menjadi simbol pentingnya kolaborasi dalam menjalankan transformasi perusahaan.

"Fun Walk yang kami laksanakan pagi ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi simbol bahwa tujuan besar hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dengan semangat tersebut, Jamkrindo terus menghadirkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jamkrindo juga meluncurkan Mobil Pelayanan Empati, Literasi, dan Tumbuh Anak (PELITA) sebagai sarana edukasi bergerak yang ditujukan untuk memperluas akses literasi, edukasi, dan layanan pendampingan tumbuh kembang anak.

Menurut Abdul Bari, mobil tersebut merupakan pengembangan dari program edukasi kesehatan mental, pencegahan perundungan (bullying), dan kekerasan seksual yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan.

Melalui Mobil PELITA, Jamkrindo akan menjangkau berbagai sekolah untuk memberikan edukasi literasi, pendampingan tumbuh kembang anak, serta layanan konseling psikologis secara gratis.

Program tersebut menyediakan ruang bagi anak-anak untuk berkonsultasi dengan psikolog profesional guna memperoleh pendampingan dalam menjaga kesehatan mental, membangun kepercayaan diri, serta menghadapi tantangan sosial di lingkungan sekolah maupun keluarga. Jamkrindo juga berharap layanan ini dapat membantu mendorong deteksi dini berbagai persoalan psikologis pada anak.

"Mobil PELITA merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Kami ingin membuka akses yang lebih luas terhadap literasi, edukasi, dan pendampingan tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik," kata Abdul Bari.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
  • Ini Harga Rumah Lamine Yamal yang Dibeli dari Gerard Pique
  • Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
  • Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
  • Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
  • El Nino Justru Untungkan Petani Tembakau Wonogiri, Modal Rp 5 Juta Berpeluang Raup Omzet Rp 12 Juta
  • Praperadilan Kedua Roy Suryo Ditolak: Gugatan Tak Relevan dan Ganggu Sidang Pokok Perkara
  • Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
Konten Rekomendasi
  • Sukses Gelar Konser Tunggal, The Neighbourhood Janji Kembali ke Indonesia
  • PetroChina Bangun Jalan Beton 1,96 Km di Geragai, Akses Warga Membaik
  • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi
  • Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
  • Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
  • Pemerintah Hapus Tarif Naturalisasi WNA Khusus untuk Kepentingan Negara