Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo!

Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo

Waktu: 2026-07-29 19:07:13 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 515x

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berkomitmen merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo untuk melestarikan warisan peradaban leluhur.

Revitalisasi dilakukan mengingat situs yang menyimpan ratusan artefak batu berusia ribuan tahun itu memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat adat Nias.

"Jadi, karena ini peninggalan sejarah, penting bagi masyarakat adat Nias, maka harus dijaga. (Hal) yang terpenting bagaimana kami bisa merevitalisasi situs ini dan yang lainnya agar batu-batu yang ada ini tetap terjaga," ujar Bobby dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo bersama Duta Besar (Dubes) Perancis Fabien Penone di Desa Hilisao'ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumut, Jumat (17/7/2026).

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan merevitalisasi situs peninggalan sejarah tersebut secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun pengelolaan kawasan.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat promosi Tetegewo sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Nias.

"Kami ingin membangun Nias. Untuk situs peninggalan sejarah ini bukan hanya (revitalisasi) tempatnya saja, tetapi bagaimana keberadaan artefak-artefak ini bisa menjadi masukan untuk masyarakat dari sisi wisatanya. Ini tugas kita bersama, dan kami Pemprov Sumut akan merevitalisasinya," tegas Bobby.

Menyusuri jejak peradaban di Tetegewo

Dalam kunjungan tersebut, Bobby bersama rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan menuju lokasi situs.

Sembari menyusuri jalur menanjak, mereka mendengarkan penjelasan warga mengenai sejarah keberadaan Tetegewo sebagai peninggalan leluhur yang pernah bermukim di kawasan perbukitan.

Di lokasi, Bobby menyimak kisah mengenai susunan batu-batu megalitik beserta berbagai ukiran dan artefak yang menjadi jejak peradaban masyarakat adat Nias.

Susunan batu tersebut diyakini memiliki kemiripan dengan pondasi rumah adat Nias yang hingga kini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Kehadiran Bobby bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Ratusan warga memadati kawasan Situs Megalitik Tetegewo untuk menyapa dan mengabadikan momen melalui foto bersama.

Salah seorang warga Nisel, Hulu, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby terhadap pembangunan di Kepulauan Nias, termasuk pelestarian situs sejarah yang berada jauh dari pusat kota.

"Kalau tempat ini bisa dibangun lebih bagus lagi, kami tentu sangat berterima kasih. Apalagi kami dengar, Pak Gubernur sudah berapa kali datang ke Nias. Ini menambah harapan kami supaya peninggalan sejarah ini bisa dikunjungi banyak wisatawan," ungkap Hulu.

Meski berada di puncak bukit dengan medan yang cukup curam, masyarakat berharap keberadaan situs tersebut tetap terjaga dan mendapat perhatian pemerintah, khususnya melalui penataan kawasan serta peningkatan akses infrastruktur.

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Forum Pemred Kecam Hotman soal 'Lu Punya Otak Nggak?': Sangat Tak Profesional
  • KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
  • Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
  • Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
  • Didukung Korsel, Charging Station BRT di Bandung Mulai Dibangun
  • Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh
  • Gempa M 5 Terjadi di Wanokaka NTT, Ini Analisis BMKG
  • Marak Balap Liar, Dinas Pendidikan Situbondo Akan Sanksi Siswa yang Bandel
Konten Rekomendasi
  • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
  • 10 Tahun Kudeta Turki, Ketika Demokrasi Berubah Arah
  • Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?
  • Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
  • Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
  • Polisi Pingsan Ditabrak Pelajar saat Mengatur Lalu Lintas di Bantul