Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah!

Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah

Waktu: 2026-09-12 20:41:49 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Otomotif Dibaca: 468x

Kendaraan Bermasalah Perlu Disaring Sejak Awal

Achmad menilai jembatan timbang portabel dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyaring kendaraan bermasalah sebelum masuk ke kawasan perkotaan.

Menurut dia, kendaraan yang melebihi batas muatan atau dimensi seharusnya dapat terdeteksi sebelum melintas di jalan protokol maupun ruas jalan yang memiliki keterbatasan ruang bebas.

"Kita tidak boleh membiarkan kendaraan over-dimension dan over-load (ODOL), atau yang melanggar jam operasional, bebas berkeliaran tanpa pengawasan ketat," kata dia.

Ia menambahkan, aturan mengenai batas muatan, dimensi kendaraan, serta jam operasional truk sebenarnya telah tersedia. Namun, pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat agar pelanggaran tidak terus berulang.

Minta Evaluasi Rute Angkutan Barang

Selain memperbanyak titik pemeriksaan muatan, Achmad juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli terhadap kendaraan berat.

Pengawasan, kata dia, perlu diperketat terutama pada jam-jam rawan saat pergantian waktu operasional kendaraan berat.

Ia juga mendorong evaluasi terhadap rute angkutan barang agar kendaraan bermuatan besar tidak melintasi jalan yang padat atau memiliki batas ketinggian rendah.

"Dengan begitu, truk yang melanggar aturan dapat dicegah masuk ke dalam kota," ujar Achmad.

JPO Tendean Roboh Ditabrak Truk

Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi yang membawa muatan melebihi kapasitas ketinggian JPO.

"Memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas menuju arah Blok M sempat mengalami kepadatan hingga menjalar ke jalan layang dari arah Pancoran dan kawasan Kantor Transvision.

Sopir truk bernama Andre (28) mengaku tidak fokus saat berkendara karena sedang melihat peta digital di telepon genggam untuk mencari lokasi tujuan.

"Kami 2 kilometer lagi nyampe nih, fokus lihat maps," ujar Andre.

(Reporter: Ruby Rachmadina)

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
  • Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah
  • Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
  • MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
  • Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3
  • Sengketa Lahan, 226 Siswa SDN Lerpak 2 Bangkalan Belajar di Rumah Warga
  • AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
Konten Rekomendasi
  • Negara yang Murah kepada Gurunya
  • Pedagang: Banyak Warga Medan Hanya Mampu Beli Beras SPHP Eceran
  • ORI030 Laris Manis, Pemerintah Tambah Kuota Jadi Rp 30 Triliun
  • Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Bekasi karena TKP Sepi dan Tanpa CCTV
  • Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar, Itu Pemimpin Pengkhianat!
  • Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi