Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Rebutan Air, Dua Petani di Soppeng Terlibat Duel Maut, Satu Tewas!

Rebutan Air, Dua Petani di Soppeng Terlibat Duel Maut, Satu Tewas

Waktu: 2026-07-29 18:07:03 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Otomotif Dibaca: 166x

Diduga rebutan air untuk mengaliri persawahan, dua petani di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan terlibat duel menggunakan senjata tajam.

Satu korban tewas, sementara satu lainnya terluka dan kini telah diamankan oleh aparat kepolisian bersama barang bukti.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 Wita di areal persawahan Launga, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng yang melibatkan Alimuddin (68) dan SR (48).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, peristiwa ini berawal saat terduga pelaku SR mendatangi korban dan meminta agar membuka saluran irigasi untuk pengairan sawahnya.

Namun permintaan tersebut tidak diindahkan oleh korban sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung perkelahian menggunakan senjata tajam.

Akibat dari peristiwa ini, Alimuddin tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacokan pada bagian tubuhnya. Sementara SR melarikan diri setelah melihat korbannya terkapar.

Otopsi jasad korban

Aparat kepolisian di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait duel maut antara dua petani. Rabu, (15/7/2026).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Aparat kepolisian di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait duel maut antara dua petani. Rabu, (15/7/2026).

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lateamammala Soppeng untuk diotopsi sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.

"Jasad korban ditemukan tadi pagi dan ada beberapa luka bekas senjata tajam pada tubuh korban," kata AKBP Aditya Pradana, Kapolres Soppeng yang dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon.

SR sendiri yang juga menderita luka bacokan pada lengan kanan berhasil diamankan polisi pada pukul 10.00 Wita di areal persawahan tak jauh dari TKP.

Selain SR, polisi juga mengamankan dua bilah senjata tajam berupa parang sebagai barang bukti.

"Informasi awal yang kami terima adalah peristiwa diawali dengan pertengkaran mulut di mana terduga pelaku meminta agar sawahnya juga dialiri air tetapi permintaan tersebut tidak digubris oleh korban sehingga terjadi pertengkaran yang berujung perkelahian menggunakan senjata tajam," kata AKP Dodie Rama Putra, Kasat Reskrim Polres Soppeng yang dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Terancam 15 tahun penjara

SR kini diamankan di Mapolres Soppeng guna menjalani proses hukum dan terancam pasal 458 KUHP Undang Undang Nomor 1 tahun 2023 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara jasad Alimuddin telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 16.00 Wita di pemakaman umum Latellang, Launga, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja.

Polisi sendiri masih melakukan penjagaan di rumah duka guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan
  • Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
  • Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan
  • MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
  • Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi
  • Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
  • Rini ke ASN: Tetap Melayani meski Menyimpan Lelah, Rindu Keluarga, dan Persoalan Pribadi
  • Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak
Konten Rekomendasi
  • Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi
  • Pabrik Bukhur di Tangerang Terbakar, Tiga Orang Alami Sesak Napas
  • Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
  • Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini yang Kena OTT Tiba di Gedung KPK
  • Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype
  • Rumah di Wonogiri Diduga Jadi Safe House Bupati Etik, Simpan Brankas Berisi Uang Rupiah hingga Valuta Asing