Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum!

Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum

Waktu: 2026-09-12 20:30:21 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 784x

Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) Thailand menghadapi penangguhan tugas terkait skandal kecurangan ujian, Kamis (16/7/2026).

Sejauh ini, pihak berwenang telah menangkap tiga orang terkait kasus kecurangan ujian.

Kasus korupsi dan penyuapan sering menjadi berita utama di Thailand, tetapi jarang terjadi begitu banyak pejabat publik yang terkena dampaknya.

Skandal ini dimulai pada Juni, ketika para penyelidik mengatakan, mereka telah menyimpulkan bahwa para pejabat menerima suap hingga 800.000 baht (sekitar Rp 428 juta) untuk mengubah hasil ujian kandidat secara elektronik agar lulus.

Ini merupakan ujian wajib untuk pengangkatan atau promosi di pemerintahan.

Berawal dari kejanggalan hasil ujian PNS

Dikutip dari Channel News Asia, pejabat Kementerian Dalam Negeri, Unsit Sampuntharat menjelaskan, polisi menemukan kejanggalan dalam hasil ujian 5.814 PNS.

Menurutnya, mereka bisa diskors sambil menunggu keputusan komite paling cepat Jumat (18/7/2026).

"Kerugiannya sangat besar dan ini tidak adil bagi mereka yang memperoleh posisi mereka dengan jujur," kata Unsit.

Kementerian tersebut akan meninjau sekitar 800.000 lembar soal ujian karena para penyelidik berupaya menentukan sejauh mana dugaan kecurangan terjadi.

Para tersangka utama, dua pria dan satu wanita, telah ditangkap atas tuduhan menghancurkan dan menyembunyikan dokumen resmi.

Salah satu dari mereka ditangkap setelah melarikan diri ke negara tetangga, Laos.

Jika terbukti bersalah, mereka bisa didenda dan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Dikecam PM Thailand

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengecam penipuan tersebut dan menganggap sebagai hal menjijikkan.

Berbicara pada Rabu (15/7/2026), ia memperingatkan tentang "lingkaran setan" di mana para pejabat menggunakan cara-cara korup untuk mendapatkan posisi kekuasaan dan tanggung jawab.

Hal itu memberi mereka peluang lebih lanjut untuk melakukan korupsi.

Penangkapan tersebut menyusul penyelidikan gabungan selama 17 hari oleh polisi dan lembaga antikorupsi, dengan petugas menyita komputer dan dokumen pemeriksaan.

Pegawai negeri sipil di Thailand biasanya mendapatkan gaji antara sekitar Rp 9,5 juta hingga Rp 41 juta per bulan, tergantung pada pangkatnya.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • ⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
  • Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jaksel, Diduga Bunuh Diri
  • Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
  • Asa Warga Tanimbar di Balik Proyek Blok Masela Rp 300 Triliun, Harapan Tak Sekadar Cerita
  • Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia
  • Diduga Gondol Motor Trail Honda CRF, Pria di Mamuju Kabur ke Hutan dan Tinggalkan Kendaraan Curian
  • Perjalanan Terakhir Suami Istri, Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Sibolangit Saat Antar Anak Kuliah
  • Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan
Konten Rekomendasi
  • Bukan Jadi Siomay, Ikan Sapu-sapu Diolah untuk Pakan Maggot di Jakbar
  • Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah
  • Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
  • Mahasiswa Indonesia Tembus Finalis Kompetisi Global IFT FIRST 2026
  • 25 Kepala Daerah Dikirim ke Singapura untuk Belajar, Ini Kriterianya
  • Hasil SEA V Cup 2026: Tekuk Tuan Rumah, Indonesia ke Semifinal Tantang Vietnam