Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa!

Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa

Waktu: 2026-09-12 18:39:15 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 938x

Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong menggelar bakti sosial terpadu di Kota Bogor, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan layanan sosial, kesehatan, hingga pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Kemensos dalam memberikan layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Bakti sosial tersebut mencakup berbagai layanan, mulai dari penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial , pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi, program tebus ijazah, operasi katarak, hingga khitanan massal. Kegiatan ini menjangkau sekitar 270 Penerima Manfaat dengan total nilai bantuan mencapai Rp549.019.000.

"Bakti Sosial Terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Hasim dalam keterangannya, Jumat .

Hasim mengatakan Kemensos terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bakti sosial, tetapi juga melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah serta berbagai pihak yang turut berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam penyaluran bantuan ATENSI, Kemensos berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor memberikan bantuan kepada 143 PM. Penerima bantuan tersebut terdiri dari 8 anak, 21 kelompok rentan, 26 korban penyalahgunaan NAPZA, 35 orang dengan HIV, 25 penyandang disabilitas, dan 28 lanjut usia.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, mulai dari paket nutrisi, perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, hingga alat bantu mobilitas serta kesehatan.

Beberapa bantuan yang disalurkan meliputi 68 paket bantuan nutrisi, 74 paket perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, 28 kursi roda dewasa, alat bantu dengar, tabung oksigen, kaki dan tangan palsu, korset penyangga, tongkat bantu jalan, serta 13 paket bantuan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi.

Selain penyaluran bantuan, Kemensos juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi melalui program STIS Go to Community kepada 103 PM di LKS PPDI dan LKS Candra Naya.

Layanan tersebut mencakup edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat , edukasi psikososial mengenai pencegahan kekerasan di ranah daring, serta terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.

Pada bidang pendidikan, Kemensos turut melaksanakan program Tebus Ijazah bagi 21 anak lulusan SMP dan SMK. Melalui program tersebut, seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat.

Program tersebut diharapkan dapat membuka kembali kesempatan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Sementara pada layanan kesehatan, Kemensos melaksanakan operasi katarak. Dari 42 orang yang mengikuti skrining kesehatan, sebanyak 21 orang dinyatakan lolos dan menjalani operasi katarak di Klinik Mata Dokter Hasni Ainun Habibie.

Selain itu, sebanyak 62 anak juga mengikuti layanan khitanan massal yang digelar di Rumah Sunat Estetika.

Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, serta berbagai mitra.

Melalui sinergi tersebut, Kemensos terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup serta keberfungsian sosial para penerima manfaat.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Pria di Bantul Serahkan Dollar AS untuk Digandakan, Tertipu Rp100 juta
  • Diduga Dicuri, 6 Km Kabel PJU Dishub Banten di 11 Jalan Hilang
  • Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
  • Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan
  • Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi
  • Ruang Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol, Siswa Belajar di Mushala dan Bergantian Ruang Kelas
  • Angkot Tua yang Nekat Beroperasi Bakal Dikandangkan
  • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
Konten Rekomendasi
  • Kebakaran Terjadi di Waterbom Al Barokah Indramayu, Tak Ada Korban dan Penyebab Diselidiki
  • 775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido
  • [POPULER OTOMOTIF] Komparasi Motor Listrik VinFast dan Polytron Fox 350, Bocoran Innova Zenix
  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk
  • Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
  • DLH Sanksi Pembakar TPS Ilegal di Cikeas, Wajib Bersihkan dan Pulihkan Lahan