Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun!

Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun

Waktu: 2026-09-12 20:42:46 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Kesehatan Dibaca: 199x

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat kelompok usia 25-40 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus HIV di wilayah tersebut. Dari total 7.182 orang dengan HIV (ODHIV) yang telah ditemukan, sebanyak 3.767 orang berada pada rentang usia produktif.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoirot, menyebut, dari data menunjukkan bahwa sebanyak 4.518 ODHIV merupakan warga Kabupaten Sidoarjo, sedangkan 2.664 lainnya berasal dari luar daerah yang menjalani layanan kesehatan di kabupaten tersebut.

Selain kelompok usia produktif, Dinkes mencatat 999 kasus pada usia 18-24 tahun, 2.240 kasus pada usia di atas 50 tahun, 116 kasus usia 0-10 tahun, dan 60 kasus usia 11-17 tahun.

"Kalau dilihat dari kelompok umur, paling tinggi memang usia 25 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 3.767 orang. Ini merupakan kelompok usia produktif," kata Rahmi, Jumat (17/7/2026).

Selain berdasarkan kelompok umur, Dinkes mencatat kasus HIV masih didominasi laki-laki. Sebanyak 4.593 ODHIV berjenis kelamin laki-laki, sedangkan perempuan mencapai 2.589 orang. Dari seluruh kasus yang ditemukan, sebanyak 4.782 ODHIV hingga kini nyatakan masih hidup.

"Yang menjadi perhatian kami adalah kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," ujar Rahmi.

Dinkes mencatat 3.064 ODHIV masih menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sementara itu, 1.708 orang masuk kategori lost to follow up (LFU) atau tidak lagi melanjutkan pemantauan dan pengobatan secara rutin.

Selain itu, sebanyak 1.718 ODHIV telah meninggal dunia dan 692 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk melanjutkan pelayanan.

Rahmi menilai, kepatuhan menjalani terapi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas hidup ODHIV sekaligus menekan risiko penularan HIV.

"Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," katanya.

Berdasarkan kelompok populasi yang teridentifikasi, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok terbanyak dengan 1.193 kasus.

Disusul pelanggan penjaja seksual sebanyak 535 orang, pasien tuberkulosis (TB) 468 orang, pasangan ODHIV 445 orang, pasangan berisiko tinggi 397 orang, wanita pekerja seks (WPS) 204 orang, dan ibu hamil 200 orang.

Dinkes juga mencatat 90 warga binaan pemasyarakatan, 73 waria, 51 pengguna narkotika suntik, masing-masing 35 calon pengantin dan anak ODHIV, 29 pasien infeksi menular seksual, serta enam pasien hepatitis.

"Selain itu, masih ada sebanyak 3.427 kasus lainnya belum teridentifikasi berdasarkan kelompok populasi risiko," ungkapnya.

Rahmi mengatakan, Dinkes terus mendorong deteksi dini pada kelompok berisiko agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapat penanganan. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan menjalani terapi ARV sebagai bagian dari pengendalian HIV di Kabupaten Sidoarjo.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Alibaba Pamer Qwen3.8 Max, AI 2,4 Triliun Parameter yang Diklaim Dekati Claude Fable 5
  • Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Bekasi karena TKP Sepi dan Tanpa CCTV
  • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
  • Sekongkol Jahat Anak Angkat dan Pacar di Nganjuk, Habisi Nyawa Ayah karena Dendam dan Utang
  • Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur
  • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
  • I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
Konten Rekomendasi
  • AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • Argentina Si Antagonis Piala Dunia, Kenapa Dibenci Banyak Orang?
  • Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Baju Warna Apa? Ini 15 Pilihannya
  • Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
  • Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik