Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara!

Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara

Waktu: 2026-07-29 19:06:20 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Kesehatan Dibaca: 485x

 Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengirim tim ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur dan menewaskan tiga orang.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengawal penyelesaian konflik. 

“KemenHAM menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para tokoh masyarakat untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung secara damai, menghormati hak asasi manusia, serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga terdampak,” ujarnya 

dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Pigai mengatakan, pemantauan akan dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT bersama Staf Khusus Menteri guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik.

Hasil pemantauan, kata dia, juga untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung proses penyelesaian secara damai.

Menurutnya, penyelesaian konflik di Adonara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum tapi juga aspek budaya. 

“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” kata Natalius. 

Dia berharap konflik di Adonara segera selesai sehingga situasi kembali kondusif. 

“KemenHAM RI juga berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” imbuhnya.

Sebelumnya, bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dipicu sengketa batas tanah dan klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal mengatakan, persoalan tersebut menjadi pemicu bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026).

"Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih," ujar Antonio saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Setidaknya ada 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga.

Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.

Ia menyebut, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Nasib Pilu Roma, Orangtuanya Tewas Dalam Kecelakaan Sibolangit Saat Mau Antar Adik Kuliah
  • Sinkronisasi Prodi dengan Kebutuhan SDM, Mendikti Finalisasi Arsitektur Pendidikan Tinggi
  • Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja
  • Wanita di Bekasi Sempat Cekcok dengan Pacar Sebelum Disekap
  • Pesan Haru Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
  • ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital
  • Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
  • Polisi Bongkar Peredaran Etomidat di Bogor, Pod Getar Dijual hingga Rp 6 Juta Per Cartridge
Konten Rekomendasi
  • Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
  • Iran Berterima Kasih ke Dunia Islam Atas Pemakaman Bersejarah Khamenei
  • Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan
  • Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Jadi Magnet Sport Tourism
  • Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
  • Pemkot Surabaya Catat Hotline Lapor Cak Eri Terima 9.217 Laporan, Mayoritas Masalah Parkir