Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif!

Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

Waktu: 2026-07-29 19:06:16 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Otomotif Dibaca: 292x

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum merekomendasikan aktivitas pendakian Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa dalam radius tiga kilometer Gunung Merapi tidak boleh ada aktivitas. Sebab masih ada potensi bahaya erupsi eksplosif.

Menurut dia, erupsi eksplosif material Gunung Merapi bisa sampai ukuran bongkahan sebesar 20 sentimeter. Ini merupakan ukuran material erupsi yang sangat membahayakan bagi manusia.

"Untuk itulah aktivitas pendakian belum kami rekomendasikan sampai dengan saat ini," kata Agus dalam rapat koordinasi penanganan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).

Potensi erupsi Merapi

Menurut Agus, potensi untuk terjadinya erupsi eksplosif Gunung Merapi masih cukup besar dan guguran awan panas yang masih intensif sampai dengan saat ini jumlahnya ratusan kali per hari.

"Jadi, dengan probabilitas kejadian erupsi eksplosif yang akan membahayakan para pendaki, maka kami belum menyarankan adanya pendakian," imbuh dia.

Meski ada wilayah yang dominan, katanya erupsi eksplosif Gunung Merapi menyasar ke semua arah.

"Potensi bahayanya itu kan melingkar ya, ke segala arah. Karena dia eksplosif. Bisa ke segala arah. Satu kali erupsi itu ke semua arah memang akan ada arah dominan, yang itu bisa tergantung oleh arah mata angin," tandas dia.

"Pada prinsipnya, ancaman bahaya erupsi eksplosif itu ke segala arah. Sehingga sifatnya radius. Jadi tidak ada sektor tertentu untuk ancaman bahaya erupsi eksplosif. Jadi di daerah mana pun, di sektor mana pun ketika dia di dalam 3 kilometer, itu masih berbahaya," sambung dia.

Bongkahan batu sampai Pasar Bubrah

Menurut dia, erupsi eksplosif sudah terjadi lebih dari 20 kali sejak 2012.

Tetapi yang sering terjadi adalah erupsi freatik. Beberapa kali kejadian erupsi mengarah ke utara.

"Jadi itu memang tidak ada, apa istilahnya, arah tertentu. Dari arah erupsi eksplosif itu. Bisa ke utara, bisa ke selatan gitu. Jadi, memang karakternya seperti itu. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa arah utara itu steril," kata dia.

"Nyatanya sudah sering, beberapa kali terjadi. Contohnya kejadian tahun 2013. Itu terjadi erupsi eksplosif dan bongkahan batu itu sampai di Pasar Bubrah yang dalam radius 1 kilometer," imbuh dia.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Pemprov DKI Mulai Hentikan Open Dumping di Bantargebang pada 1 Agustus
  • Beli Tiket Pesawat Dapat Cashback hingga Rp 8,8 Juta, Ini Caranya
  • Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi
  • Sudewo Minta Dukungan Loyalis: Doakan Saya Bebas dan Jadi Bupati Lagi
  • Hobi Terasa Ringan, Pekerjaan Berat Dimulai? Penelitian Ungkap Penyebabnya
  • Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026, Wajib Tahu Sebelum Beli
  • Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
  • Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
Konten Rekomendasi
  • Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
  • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki
  • Otoritas PFII Berpotensi Picu Celah Hukum Baru dengan OJK hingga BI
  • 2 Pria di Serang Begal Tukang Sayur, Korban Dilempari Pohon Pisang
  • Hobi Terasa Ringan tapi Berat Memulai Pekerjaan? Penelitian Ungkap Penyebabnya
  • Menkum Pastikan Kenaikan Tarif Lepas Kewarganegaraan untuk Perbaikan Layanan