Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung!

Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung

Waktu: 2026-09-12 20:38:25 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 626x

Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 2,9 terjadi pada pukul 10.10 WIB. Pusat gempa berada sekitar 6 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 7 kilometer.

Hampir dua jam kemudian, tepatnya pukul 11.58 WIB, gempa kedua berkekuatan M 3,0 kembali mengguncang wilayah tersebut. Episentrumnya berada sekitar 4 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran dirasakan di dalam rumah

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, kedua gempa dirasakan di wilayah Bukittinggi dengan intensitas II-III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Guncangan diibaratkan seperti truk besar yang sedang melintas sehingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat dua gempa tersebut.

Aktivitas Gunung Marapi tidak terpengaruh

Gempa yang terjadi sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat karena Bukittinggi berada tidak jauh dari Gunung Marapi yang saat ini berstatus Level II (Waspada).

Namun, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Ahmad Rifandi memastikan dua gempa tektonik tersebut tidak memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

"Dua gempa tektonik yang terjadi di Bukittinggi sejauh ini tidak berdampak pada aktivitas Gunung Marapi," kata Ahmad.

Ia menjelaskan bahwa secara teori gempa tektonik memang dapat memengaruhi sistem gunung api, tetapi dampaknya tidak selalu terjadi secara langsung.

Menurut Ahmad, erupsi gunung api umumnya dipicu oleh pergerakan magma menuju permukaan yang ditandai munculnya gempa vulkanik. Sementara itu, gempa tektonik disebabkan oleh pergerakan sesar atau patahan bumi.

"Kalau erupsi biasanya dipengaruhi oleh pergerakan magma ke permukaan yang ditandai dengan gempa-gempa vulkanik. Sedangkan gempa tektonik itu biasanya disebabkan oleh pergerakan sesar (patahan bumi)," ujarnya.

Warga diminta tetap waspada

Meski kondisi dinyatakan aman dan terkendali, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, Pos PGA Marapi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi radius bahaya Gunung Marapi.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan terlarang di sekitar kawah aktif Gunung Marapi.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Duar! 2 Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz
  • Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
  • Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi
  • Analisis DNA Bantah Teori Pembunuhan dalam Keluarga Medici
  • Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
  • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
  • Honda Bicara Soal Target Motor Listrik Pemerintah 2030
  • Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
Konten Rekomendasi
  • Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital
  • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
  • Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
  • Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi
  • Berbekal Pelatihan BRI Peduli, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
  • KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang