Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan!

Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

Waktu: 2026-09-12 20:45:05 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 851x

"Itu sesuatu yang berbeda ya, Koperasi Merah Putih (KDMP) itu kan bagian dari progran pemerintah pusat. Dari sisi aktivitasnya, itu kan masih nanti. Kita belum tahu secara detail, seperti apa mekanisme berkaitan dengan KDMP ke depannya," kata Fauzi kepada Kompas.com di Sumenep, Jumat (17/7/2026).

Fauzi menilai, tidak ada alasan kekhawatiran terhadap keberadaan KDMP. Selama ini, ratusan koperasi di Sumenep dapat berjalan tanpa gesekan, karena masing-masing memiliki pangsa pasar dan pola usaha yang berbeda.

"Menurut saya, koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Sampai saat ini, meskipun koperasi jumlahnya ratusan, tidak ada persoalan (gesekan). Karena memang mereka punya pasarnya masing-masing. Mereka juga punya cara masing-masing," tambahnya.

Karena itu, ia meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mendata seluruh koperasi yang ada di Sumenep. Pendataan diperlukan untuk mengetahui koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak berjalan.

"Jadi nanti koperasi sama-sama jalan, koperasi konvensional dan KDMP. Tapi kita sampaikan ke Diskop UKM Perindag, untuk diinventarisasi. Jangan sampai jumlah koperasinya banyak, tetapi ternyata koperasinya tidak aktif. Ini yang penting sebenarnya. Lebih baik sedikit tapi semuanya aktif. Koperasi kan soko guru perekonomian," urainya.

Menurut Fauzi, inventarisasi menjadi langkah awal agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi setiap koperasi sehingga pembinaan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

"Untuk diinventarisasi, tujuannya agar koperasi tidak sampai mati," katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu mengatakan, bentuk pembinaan akan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi. Jika masalahnya terletak pada kualitas pengurus, pemerintah akan memberikan pelatihan. Sementara jika kendalanya permodalan, bantuan keuangan dapat diberikan.

"Kalau kita tahu sakitnya apa, kita perbaiki. Kalau misalnya sumber manusianya tidak bagus, ya kita berikan pembinaan. Kalau dari sisi permodalannya tidak bagus, kita beri bantuan keuangan," jelasnya.

Namun, Fauzi menegaskan penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui suntikan modal.

"Tapi bukan hanya bantuan keuangan, tapi juga ditata sumber daya manusianya," tegasnya.

Bupati dua periode itu berharap, koperasi konvensional maupun KDMP sama-sama tumbuh sehat, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang
  • Rabiot Murka usai Perancis Dilumat Inggris, Murka dengan Perilaku Rekan Setim
  • Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
  • Cerita Anak Buruh Tani asal Gunungkidul Meraih Mimpi Kuliah di UGM
  • Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang
  • KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar Sulsel: 49 Selamat, 1 Meninggal, dan 24 Masih Dicari
Konten Rekomendasi
  • Kisah Cinta Kylian Mbappe yang Mengundang Penasaran
  • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
  • Pelajaran dari (Populisme) Argentina
  • Jadi Spider-Man Bukan Jaminan, Tom Holland Curhat Kirim DM Erling Haaland tapi Tak Dibalas
  • Memaknai Sensus Ekonomi 2026
  • Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA