Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T!

Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T

Waktu: 2026-07-29 19:07:19 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 858x

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi di Indonesia pada semester I tahun 2026.

Angka investasinya mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Rosan ke Prabowo di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

“Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini,” ujar Rosan usai memberi laporan ke Prabowo.

Rosan menjelaskan tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tercermin dari realisasi investasi yang berdampak signifikan pada penciptaan lapangan kerja.

Rosan memaparkan sepanjang semester I 2026, investasi yang terealisasi mampu menyerap sebanyak 1.448.862 tenaga kerja atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Rosan, kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga berlangsung relatif seimbang.

Tercatat, PMDN mencapai Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp 507,6 triliun.

“Perbandingan Jawa dan luar Jawa setelahnya kembali lagi hampir sama di Jawa ini 49,8 persen atau 502,8 triliun (rupiah) atau peningkatan 7,7 persen sedangkan di luar Jawa peningkatan 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau 507,8 triliun (rupiah),” imbuh Rosan.

Sebaran investasi semester pertama: DKI nomor satu

Lebih lanjut, Rosan menyebut untuk sebaran wilayah terkait investasi pada enam bulan terakhir.

Posisi pertama diisi DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

Sementara khusus investasi asing, wilayah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau menjadi daerah tujuan utama, terutama didorong oleh investasi di sektor mineral.

“Dari seluruh 38 provinsi tapi yang kami tampilkan adalah 5 besar dalam kesempatan ini untuk totalnya memang gabungan antara PMA dan PMDN itu DKI Jakarta masih menduduki tempat pertama 17,2 persen, kemudian diikuti dari Jawa Barat 138,1 triliun (rupiah), Jawa Timur 72,7 triliun (rupiah), Sulawesi Tengah 68,7 triliun (rupiah), dan Banten 66,3 triliun (rupiah),” ungkap Rosan.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga memaparkan lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada semester I 2026.

Rosan merincikan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi.

“Jasa lainnya ini lebih banyak di data center itu kurang lebih 114 triliun (rupiah) atau 11,3 persen, pertambangan 105 triliun (rupiah), kemudian transportasi, gudang, telekomunikasi kurang lebih 10,2 persen dan ini perumahan kawasan industri dan perkantoran 85,5 (triliun rupiah) atau 8,5 persen,” lanjut Rosan.

Singapura jadi investor terbesar

Sementara berdasarkan katagori negara asal investornya, Rosan menyebut Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Selanjutnya ada Hong Kong sebesar 7,6 miliar dolar Amerika Serikat, Tiongkok sebesar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat, Jepang sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat, dan Amerika Serikat sebesar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat.

"Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit di quarter kedua ini. Mungkin saya agak lompat sedikit karena investor terbesar kita itu justru adalah Hongkong di quarter kedua. Itu adalah Hongkong. Nanti mungkin di itu kurang lebih 5 miliar (dolar) baru diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," beber Rosan.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
  • Geger Wanita Ditemukan Tinggal Kerangka di Sukabumi Ternyata Korban Pembunuhan
  • Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini Alasannya
  • Ironi Sektor Konstruksi, Baru 629.622 Orang Pekerja Bersertifikat
  • Kemendikdasmen Ungkap Penyebab SD Minim Murid Baru di Tahun Ajaran 2026/2027
  • Sukses Gelar Konser Tunggal, The Neighbourhood Janji Kembali ke Indonesia
  • The Odyssey Menguras Tenaga, Christopher Nolan Bakal Vakum 3 Tahun
  • Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal
Konten Rekomendasi
  • Profil Timnas Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol
  • Pierluigi Collina Ungkap Sulitnya Pilih Wasit dan Jawab Kontroversi VAR
  • Kontribusi Besar LALIGA di Final Piala Dunia 2026, Sumbang 24 Pemain!
  • Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China
  • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
  • Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Terancam