Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah!

Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah

Waktu: 2026-07-29 19:06:48 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Otomotif Dibaca: 728x

Menurut dia, dampak ekonomi juga muncul dari kerusakan kendaraan yang sering melintasi jalan yang tergenang rob.

Belum lagi, kata dia, kerugian akibat kerusakan ekosistem, hilangnya mata pencaharian, hingga rumah warga yang semakin lama semakin tenggelam dan perlu ditinggikan setiap beberapa tahun sekali.

Ia menyebut sejumlah kajian telah menghitung nilai kerugian akibat dampak rob di Pantura Jawa Tengah. Namun, ia belum memastikan angka kerugian yang dihitung dalam kajian tersebut.

"Triliunan itu. Dari kerusakan ekosistem, kerusakan, kehilangan mata pencaharian, kehilangan ini ada kok. Jadi valuasinya ada itu, dihitung," ungkapnya.

Fokus mencari solusi

Yusmanto mengatakan, pemerintah tidak ingin gegabah mengeklaim angka kerugian tersebut karena diperlukan kajian yang lebih komprehensif.

Menurut dia, pemerintah lebih berfokus pada upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak rob.

"Kalau kami membuat kajian ya sesuai kajian solusinya, bukan kajian untuk perhitungan kerugiannya," katanya.

Warga memilih bertahan

Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Nur Zaidi Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah warga yang tetap memilih bertahan di wilayah terdampak rob meski rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka semakin terendam.

Yusmanto mengatakan, pemerintah telah menawarkan sejumlah opsi, termasuk relokasi. Namun, sebagian warga masih enggan pindah karena memiliki ikatan sosial, budaya, dan ekonomi dengan tempat tinggal mereka.

Ia mencontohkan warga di Timbulsloko, Demak, yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertanian, tambak, dan perikanan.

"Karena mata pencahariannya di sana. Kemudian mereka masih terikat secara kultural dan psikologis," ujar dia.

Menurut Yusmanto, persoalan tersebut menunjukkan bahwa penanganan rob tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur pengendali banjir.

Pemerintah juga perlu menyiapkan solusi bagi keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat terdampak.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Dedi Mulyadi Nilai Dana BOS Sudah Cukup, SPP SMA/SMK Negeri Tak Perlu Diaktifkan Lagi
  • Gagal Ikut Ujian Skripsi, Mahasiswi UNG Laporkan Ketua Jurusan ke Ombudsman
  • Kekompakan Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai di RBR 2026
  • Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
  • Peneror Bom di SDN Jaksel Tak Sangka Ulahnya Bikin Heboh, Kini Menyesal
  • 6 Maskapai Akan Terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Ini Rutenya
  • Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam
  • Temui Massa Mahasiswa, Plt Warek UINSA: Penunjukan Rektor Kewenangan Menag
Konten Rekomendasi
  • Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya
  • Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
  • Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
  • Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
  • Gaspol! Hari Ini: Adi Prayitno Menerawang Lawan Prabowo di 2029
  • Curhat Lautaro Martinez Usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026