Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan!

Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan

Waktu: 2026-09-12 20:28:00 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 526x

Dampak Banjir Tapanuli Tengah Meluas ke 4 Kecamatan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dampak banjir bandang kali ini cukup luas. Setidaknya ada tujuh kelurahan di empat kecamatan yang terdampak luapan air, meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

Saat banjir melanda, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak.

"Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipange mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak," kata Abdul Muhari dalam siaran pers resmi BNPB, Minggu (19/7/2026).

Hingga saat ini, pihak BPBD Tapanuli Tengah masih terus bersiaga di lokasi guna memantau situasi terkini sekaligus melakukan pendataan terkait kerugian materil akibat banjir.

"Hingga kini, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir," tambahnya.

Penyebab Banjir Bandang di Tengah Musim Kemarau

Meskipun saat ini wilayah Indonesia secara umum telah memasuki musim kemarau, BNPB meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara diprediksi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.

BNPB menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau yang memicu banjir bandang ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil di sekitar wilayah Sumatera.

"Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin di Samudra Hindia barat Sumatera serta suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan-awan hujan," papar Abdul Muhari menjelaskan penyebab banjir bandang Tapanuli Tengah.

Menutup keterangannya, BNPB mengimbau seluruh masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana susulan secara dini.

"Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi ke Gereja HKBP

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah
  • Awal Mula Pohon Suweg Mirip Bunga Bangkai Ditanam hingga Mekar di Bekasi
  • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
  • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
  • Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Ratusan Orang Saling Serang, Motor Dibakar
  • Berjalan 2 Hari Pascalibur Sekolah, MBG di Jember Diwarnai Dugaan Keracunan, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
  • Waspada Penipuan via Google Meet Ngaku-ngaku Polisi Catut Logo PMJ-PPATK
  • Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
Konten Rekomendasi
  • Profil Timnas Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Argentina
  • 775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido
  • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
  • Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme
  • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
  • Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas