Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren!

LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren

Waktu: 2026-07-29 19:08:01 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 872x

SOLO, KOMPAS.com – Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo KPH Eddy Wirabhumi menegaskan revitalisasi kawasan Keraton Solo tidak boleh terhambat oleh persoalan akses menuju Keputren.

LDA berencana membuka komunikasi dengan kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya untuk membahas akses tersebut.

"Akses secara prinsip tidak ada seorang pun yang boleh menghalang-halangi. Nanti kita lakukan komunikasi," kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Eddy, hingga saat ini komunikasi dengan kubu PB XIV Purbaya memang belum dilakukan.

"Per hari ini belum, tapi nanti akan kita lakukan," ujarnya.

LDA siapkan langkah lain

Eddy mengakui persoalan akses menuju Keputren sempat menjadi kendala dalam rencana revitalisasi.

Namun, setelah proyek tersebut ditetapkan sebagai program pemerintah, LDA akan mengedepankan komunikasi terlebih dahulu.

"Kalau komunikasi tidak jalan, ya kita lakukan upaya lain," katanya.

Meski demikian, Eddy tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk upaya lain yang dimaksud.

Saat ditanya mengenai kehadiran kubu PB XIV Purbaya dalam sosialisasi revitalisasi Keraton Solo yang digelar pada Jumat (17/7/2026), Eddy mengatakan kegiatan tersebut lebih banyak melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan keluarga besar Keraton Solo.

"Sosialisasi lebih kepada akademisi, keluarga besar, lalu juga para pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan seterusnya," ujarnya.

Sosialisasi revitalisasi digelar di Sasana Handrawina dan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah sentana dalem Keraton Solo.

Dalam pertemuan itu dibahas rencana revitalisasi kawasan Keraton Solo, termasuk kawasan Keputren dan Museum.

Menurut LDA, akses menuju Keputren menjadi bagian penting karena kawasan tersebut termasuk objek yang akan direvitalisasi dalam program pelestarian cagar budaya.

Dihubungi secara terpisah, Pengageng Sasana Wilapa dari PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pembicaraan terkait revitalisasi kawasan Keputren dengan pihak LDA Keraton Solo.

"Belum ada rembug (pembicaran) dan surat izin dan lain-lain kepada kami maupun Sinuhun PB XIV (Purbaya)," ujar Timoer singkat kepada Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
  • Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
  • China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
  • Jadwal KRL Jogja-Solo Besok Selasa 21 Juli 2026, Cek Jadwal dari Yogyakarta ke Solo
  • Iran Vs AS Merembet ke Mana-mana
  • Eks Kabareskrim Sebut Ada Pertaruhan Marwah Kejagung dalam Pengusutan Febrie Adriansyah
  • 5 Tips Meal Prep untuk Pemula, Lengkap dengan Ide Menu Rp 200.000 Seminggu
  • Jangan Pernah Transfer Uang ke Rekening Pribadi Sales Saat Beli Mobil
Konten Rekomendasi
  • 3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng
  • Wasit Sepak Bola dan Hakim Pengadilan
  • KDMP Bukit Gado-gado Diklaim Strategis Meski Berada di Tanjakan dan Minim Lahan Parkir
  • Soroti Perang dan Konflik Global, Prabowo: Bersyukur Kawasan Kita dalam Damai
  • Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
  • NORAD Terapkan Pembatasan Terbang saat Final Piala Dunia 2026