Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren!

LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren

Waktu: 2026-09-12 20:44:19 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 872x

SOLO, KOMPAS.com – Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo KPH Eddy Wirabhumi menegaskan revitalisasi kawasan Keraton Solo tidak boleh terhambat oleh persoalan akses menuju Keputren.

LDA berencana membuka komunikasi dengan kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya untuk membahas akses tersebut.

"Akses secara prinsip tidak ada seorang pun yang boleh menghalang-halangi. Nanti kita lakukan komunikasi," kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Eddy, hingga saat ini komunikasi dengan kubu PB XIV Purbaya memang belum dilakukan.

"Per hari ini belum, tapi nanti akan kita lakukan," ujarnya.

LDA siapkan langkah lain

Eddy mengakui persoalan akses menuju Keputren sempat menjadi kendala dalam rencana revitalisasi.

Namun, setelah proyek tersebut ditetapkan sebagai program pemerintah, LDA akan mengedepankan komunikasi terlebih dahulu.

"Kalau komunikasi tidak jalan, ya kita lakukan upaya lain," katanya.

Meski demikian, Eddy tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk upaya lain yang dimaksud.

Saat ditanya mengenai kehadiran kubu PB XIV Purbaya dalam sosialisasi revitalisasi Keraton Solo yang digelar pada Jumat (17/7/2026), Eddy mengatakan kegiatan tersebut lebih banyak melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan keluarga besar Keraton Solo.

"Sosialisasi lebih kepada akademisi, keluarga besar, lalu juga para pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan seterusnya," ujarnya.

Sosialisasi revitalisasi digelar di Sasana Handrawina dan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah sentana dalem Keraton Solo.

Dalam pertemuan itu dibahas rencana revitalisasi kawasan Keraton Solo, termasuk kawasan Keputren dan Museum.

Menurut LDA, akses menuju Keputren menjadi bagian penting karena kawasan tersebut termasuk objek yang akan direvitalisasi dalam program pelestarian cagar budaya.

Dihubungi secara terpisah, Pengageng Sasana Wilapa dari PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pembicaraan terkait revitalisasi kawasan Keputren dengan pihak LDA Keraton Solo.

"Belum ada rembug (pembicaran) dan surat izin dan lain-lain kepada kami maupun Sinuhun PB XIV (Purbaya)," ujar Timoer singkat kepada Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
  • Kronologi Bentrokan Pemuda di Kebumen dan Kebakaran Gudang J&T
  • Mulai 17 Agustus, Proses Balik Nama Sertifikat Cuma 10 Hari
  • Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos
  • Chelsea Islan Melahirkan Anak Pertama
  • Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
  • Bantu SD Bengkulu Selatan, IDE Preneur Gelar Golf Charity 2026
  • Bukan dengan Karangan Bunga, Hari Jadi Purwakarta Dirayakan dengan Hadiah Bibit Pohon
Konten Rekomendasi
  • Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar
  • Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki
  • 1,2 Juta NIK Warga Jateng Dicuri, Dinsos: Kami Sudah Menerapkan SOP
  • RUU Satu Data Indonesia Bakal Diusulkan Jadi Inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna
  • Sirop Tumpah yang Bikin Gelombang Dahsyat Seperti Tsunami
  • BNPP RI Catat Realisasi Anggaran 99,38 Persen, Pertahankan Opini WTP BPK