Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS!

Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS

Waktu: 2026-07-29 19:10:31 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 338x

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat . Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.

Dilansir AFP, Selasa , pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada Senin .

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi.

"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.

Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.

"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," katanya.

Ia memperingatkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat memicu ketidakpuasan masyarakat. Jika kondisi itu meluas, menurutnya, dukungan publik terhadap negara bisa terkikis.

"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah dibangun rakyat untuk mendukung negara dapat rusak," ujarnya.

Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat setelah konflik dengan Amerika Serikat memanas. Pada Juni lalu, inflasi tahunan di negara tersebut melonjak hingga mendekati 90 persen. Data inflasi untuk Juli belum dirilis.

Pada akhir Desember lalu, protes yang semula dipicu tingginya biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah secara luas. Aksi tersebut mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Pemerintah Iran menyebut lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut dan menuding kekerasan dipicu oleh "aksi teroris" yang didalangi Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di luar Iran memperkirakan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan itu jauh lebih tinggi.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
  • Hasil Japan Open 2026: Bekal Berharga Ubed dari Anders Antonsen
  • 7 Fakta Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Dendam Pola Asuh Keras Sejak Kecil
  • Menkop Kumpulkan Pengurus Kopdes Merah Putih, Cari Solusi Kendala Operasional
  • Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
  • Head-to-Head Putri KW vs Akane, Momentum Pecah Telur Seperti Wang Zhi Yi
  • 5 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026
  • Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
Konten Rekomendasi
  • Berburu Durian Menoreh di Kampung Durian Kulon Progo, Nikmati Langsung dari Kebun
  • Pilih Rasuna Said Dibanding Bundara HI untuk CFD, Warga: Lebih Sepi, Lebih Fokus Olahraga
  • Nasib Tak Menentu di Napoli, Lukaku Dapat Tawaran dari MLS
  • Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura
  • Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP