Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS!

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS

Waktu: 2026-07-29 18:07:04 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 394x

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendataan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bedah rumah agar tepat sasaran. Menurutnya, Pemda berperan penting untuk memastikan program tersebut benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang masih menempati rumah tidak layak huni.

"Oleh sebab itu saya mengimbau kepada teman-teman daerah minggu depan datanya diperlihatkan, yang mana yang kuotanya masih kurang tolong segera betul-betul teman-teman di daerah bertanggung jawab untuk membela masyarakat miskinnya untuk bisa rumahnya mendapat [program] bedah rumah," ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Senin .

Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin .

Tomsi mengungkapkan bahwa proses penetapan Calon Penerima Bantuan di berbagai daerah masih perlu dipercepat. Hingga saat ini, jumlah CPB yang telah ditetapkan baru mencapai 124.376 unit dari target 400.000 rumah tidak layak huni pada 2026. Karena itu, ia mendorong Pemda berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik untuk memanfaatkan data masyarakat miskin Desil 1 sebagai dasar penetapan penerima bantuan.

Selain itu, ia juga mengingatkan Pemda agar mendahulukan masyarakat miskin ekstrem yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2 sebagai penerima manfaat. Menurutnya, prioritas tersebut penting mengingat masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

"Beberapa hari yang lalu saya berkeliling dan saya melihat sangat memprihatinkan, ada yang toilet sama dapur jadi satu, kemudian ada yang mau roboh, bocor di kiri kanan, kemudian lantainya tanah," ungkapnya.

Tomsi berharap Pemda memanfaatkan hasil evaluasi tersebut untuk mempercepat penyelesaian pendataan dan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang kita cintai," pungkasnya.

Rapat tersebut dihadiri secara langsung oleh sejumlah pembicara, yaitu Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional Hermawan, Pelaksana Tugas Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman R. An An Andri Hikmat. Forum tersebut turut diikuti secara virtual oleh jajaran Pemda dari seluruh Indonesia.

Simak juga Video 'Menteri Ara Tinjau Pelaksanaan Program BSPS di Kabupaten Bogor':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Cegah Truk Tabrak JPO Jakarta, Rambu Batas Tinggi dan Portal Sensor Perlu Diperbanyak
  • Apa Itu WAICO? Organisasi AI Dunia yang Baru Didirikan dan Indonesia Jadi Salah Satu Pendirinya
  • Bentangkan Spanduk Falkland Usai Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Disanksi FIFA
  • ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
  • Serangan Baru AS Hantam 140 Target Lokasi Rudal dan Drone Iran
  • Perjuangan Ibu Hamil Terobos Banjir Setinggi Paha di Sinjai demi Bisa Melahirkan di RS
  • Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
  • Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika
Konten Rekomendasi
  • Google Izinkan Toko Aplikasi Selain Play Store di Android
  • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
  • Mengapa Memilih Outfit untuk Wawancara Kerja Itu Penting? Ini Penjelasannya
  • Detik-detik Ekskavator Tercebur ke Kali Cakung Lama Jakut, Operator Sempat Hindari Kanopi Rumah
  • Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur
  • Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui