Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas!

Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas

Waktu: 2026-07-29 19:10:03 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 258x

Diistirahatkan dari Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas

Kepala Sekolah SD Negeri 8 Lubuklinggau, Rusmani mengatakan, saat ini RP dilarang mengajar dan diistirahatkan sementara sampai kasus yang dialaminya selesai.

"Untuk sementara Pak RP kita istirahatkan dulu mengajar di kelas sampai menunggu keputusan,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari .

Sementara itu, YF selaku wali murid dari korban MR, menyebut bahwa RP kini juga tidak lagi menjadi wali kelas VI setelah puluhan wali murid meminta pihak sekolah menggantinya dengan guru yang lain.

"Sekarang bapak (RP) kemarin sudah diganti, yang ngajar jadi Bu Bena, sekarang jadi ganti guru," ungkapnya, Jumat (17/7/2026), dilansir dari Sripoku.

Menurut dia, wali murid juga sudah bertemu kepala sekolah.

Perkembangan terkini, sebagian anak yang menjadi korban juga sudah bersekolah seperti biasa, walaupun ada pula yang belum.

"Jadi anak-anak ini sebagian sudah sekolah ada juga yang beberapa tidak sekolah, terutama untuk kondisi kaki anak yang masih ada bekas masih memar," tandasnya.

Polisi Usut Laporan Korban

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Lubuklinggau Ipda Dio Firmansyah menyampaikan, ada enam orang siswa SD yang menjadi korban. Semuanya adalah murid kelas VI.

“Untuk keterangan dari terlapor RP sudah kita ambil. Terlapor merupakan wali kelas,” kata Dio, Jumat (17/7/2026), dilansir dari .

Dari hasil pemeriksaan RP, enam murid kelas VI itu dipukul menggunakan mistar kayu karena tak hafal perkalian.

Padahal, sepekan sebelumnya semua murid kelas sudah diminta untuk menghafal sebagai bekal ujian.

“Kemudian setelah dilakukan tes ujian perkalian, siswa yang tidak hafal dipukul dengan mistar kayu hingga alami luka lebam pada bagian kaki dan tangan. Jadi di tes satu per satu,” terangnya.

Menurut Dio, mereka tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kejadian tersebut untuk menindaklanjuti laporan korban.

"Kami tetap melakukan penyelidikan, mencari alat-alat yang digunakan, untuk TKP dan segala macam. Kami lengkapi dulu, kalau memang lengkap akan kami coba naikan ke penyidikan," pungkasnya.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Hasil SEA V Cup 2026: Tekuk Tuan Rumah, Indonesia ke Semifinal Tantang Vietnam
  • 29.830 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Digembleng, Pemerintah Kejar SDM Siap Kelola Ekonomi Desa
  • Pipa Air PAM JAYA Bocor di Kelapa Gading Jakut Bikin Jalan Raya Bekasi Tergenang
  • Ampas Kopi Bisa Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Ini Penelitiannya
  • Pemkot Depok Terbitkan SE Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
  • Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa
  • Lalin Cakung Jaktim Arah Cilincing dan Bekasi Macet Pagi Ini
  • Resmi, Persib Bandung Datangkan Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League 2025-2026
Konten Rekomendasi
  • Pemkot Depok Terbitkan SE Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
  • The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
  • Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara
  • Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
  • Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
  • Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini