Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang!

Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang

Waktu: 2026-09-13 01:17:11 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 246x

Harga minyak dunia stabil meski Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berperang.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026) harga minyak mentah Brent berjangka naik 0,08 persen, menjadi 84,30 dollar AS (Rp 1,51 juta, kurs Rp 17.921) per barrel pada pukul 06.32 GMT (13.30 WIB), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,2 persen, menjadi 79,11 dollar AS (Rp 1,4 juta) per barrel.

Meski stabil, potensi kenaikan harga minyak dunia tetap ada.

"Potensi ancaman Laut Merah menjadi titik gangguan pasokan utama lainnya semakin memperumit prospek minyak global," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade. 

Saat ini, AS dan Iran masih saling serang.

Serangan AS sasar pasokan air Iran

Serangan udara AS hari ini menyasar pasokan air ke desa-desa Iran Selatan.

"AS telah membom jembatan dan infrastruktur energi dalam serangan malam ketujuh berturut-turut terhadap Iran. Para pejabat di Hormuzgan mengatakan satu serangan memutus pasokan air ke beberapa kota," lapor Al Jazeera.

Iran telah merespons dengan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Teheran menyatakan, serangan AS memperlambat proses negosiasi damai. Bagi AS, serangan ke Iran disebut melindungi lalu lintas maritim.

Selat Hormuz

Para pejabat Iran mengatakan jika berbagai serangan yang diarahkan ke mereka bisa saja meluas ke wilayah lain.

"Saya menduga Amerika Serikat telah memasukkan target-target ini dalam daftar mereka. Presiden Trump telah kembali menemui Laksamana Cooper dan berkata, 'Apa lagi yang perlu kita serang?'" jelas seorang pejabat Teheran yang tak mau disebutkan namanya dikutip dari Iran International, Sabtu.

Di antara lokasi yang diserang adalah menara pengawasan maritim di Chabahar. Iran menggambarkannya sebagai fasilitas yang memantau pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS di Timur Tengah, US CENTCOM mengatakan jika mereka akan terus melancarkan serangan untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Sukoharjo dan 5 Lokasi Lainnya
  • Peraturan Pemerintah: Tarif Pendirian hingga Pembubaran Koperasi Gratis
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh
  • Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah
  • Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
  • Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL
  • Tanggal 17 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
Konten Rekomendasi
  • Gibran Tinjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Dorong Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan
  • Hasil SEA V Cup 2026: Kalahkan Vietnam, Timnas Voli Putra Indonesia Lolos ke Final
  • 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
  • Mana yang Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Kata Ahli Gizi
  • DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
  • Link dan Jadwal Inggris Vs Perancis di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026