Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang!

Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang

Waktu: 2026-07-29 19:07:12 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 246x

Harga minyak dunia stabil meski Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berperang.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026) harga minyak mentah Brent berjangka naik 0,08 persen, menjadi 84,30 dollar AS (Rp 1,51 juta, kurs Rp 17.921) per barrel pada pukul 06.32 GMT (13.30 WIB), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,2 persen, menjadi 79,11 dollar AS (Rp 1,4 juta) per barrel.

Meski stabil, potensi kenaikan harga minyak dunia tetap ada.

"Potensi ancaman Laut Merah menjadi titik gangguan pasokan utama lainnya semakin memperumit prospek minyak global," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade. 

Saat ini, AS dan Iran masih saling serang.

Serangan AS sasar pasokan air Iran

Serangan udara AS hari ini menyasar pasokan air ke desa-desa Iran Selatan.

"AS telah membom jembatan dan infrastruktur energi dalam serangan malam ketujuh berturut-turut terhadap Iran. Para pejabat di Hormuzgan mengatakan satu serangan memutus pasokan air ke beberapa kota," lapor Al Jazeera.

Iran telah merespons dengan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Teheran menyatakan, serangan AS memperlambat proses negosiasi damai. Bagi AS, serangan ke Iran disebut melindungi lalu lintas maritim.

Selat Hormuz

Para pejabat Iran mengatakan jika berbagai serangan yang diarahkan ke mereka bisa saja meluas ke wilayah lain.

"Saya menduga Amerika Serikat telah memasukkan target-target ini dalam daftar mereka. Presiden Trump telah kembali menemui Laksamana Cooper dan berkata, 'Apa lagi yang perlu kita serang?'" jelas seorang pejabat Teheran yang tak mau disebutkan namanya dikutip dari Iran International, Sabtu.

Di antara lokasi yang diserang adalah menara pengawasan maritim di Chabahar. Iran menggambarkannya sebagai fasilitas yang memantau pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS di Timur Tengah, US CENTCOM mengatakan jika mereka akan terus melancarkan serangan untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Kehilangan Orangtua dan Kaki Diamputasi, Lovanya, Siswi SD Korban Kecelakaan Maut Cirebon Dijamin Pendidikannya
  • Kebiasaan Tidur Sehat Bisa Bikin Perempuan Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama
  • Pengiriman BBM di Sumut Menyusut Ketika Sampai di SPBU, Polda Sumut: Masih Kita Selidiki
  • MAKI Nilai Pernyataan Hotman di Kasus Febrie Bahaya, Coba Benturkan Proses Hukum
  • Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?
  • Khephren Thuram Alami Masalah, Juventus Percepat Negosiasi Franck Kessie
  • Simak! Rekayasa Lalin di Pekanbaru Saat Riau Bhayangkara Run 2026 Besok
  • Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran
Konten Rekomendasi
  • Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen
  • Bupati Lombok Barat Nobar Piala Dunia Dini Hari, Paginya Kantor Disegel KPK
  • Respons 110, Polres Jaksel Usut Rumah Makan Minang Dibobol Maling
  • Wagub Rano Nonton Final Piala Dunia Bareng Warga Jakarta di Lapangan Banteng
  • Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
  • BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi