Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis!

Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis

Waktu: 2026-09-12 20:41:27 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 161x

Suasana pabrik perakitan motor listrik PolytronKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana pabrik perakitan motor listrik Polytron

Masih Ada Kendala

Martin menjelaskan, Indonesia belum memiliki produksi sel baterai format roda dua dalam skala komersial. Selain itu, Indonesia juga belum memproduksi magnet permanen berbasis tanah jarang yang digunakan pada motor penggerak listrik.

Kendala lain adalah belum adanya fasilitas fabrikasi semikonduktor daya untuk memproduksi controller motor listrik di dalam negeri.

Tanpa tiga komponen strategis tersebut, pengembangan motor listrik murni buatan Indonesia akan sangat sulit dilakukan tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri.

Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.KOMPAS.com/ADITYO WISNU Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.

Integrasi Dinilai Lebih Realistis

Menurutnya, skenario terbaik yang paling realistis saat ini adalah Indonesia menguasai desain kendaraan, pembuatan rangka, integrasi sistem, proses perakitan, serta merek.

Sementara itu, komponen seperti sel baterai, magnet permanen, dan perangkat elektronika daya masih harus diimpor.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap merupakan capaian penting bagi industri nasional, karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai sistem kendaraan listrik menjadi produk yang siap digunakan.

United E-Motor TX3000United United E-Motor TX3000

"Itu tetap sebuah pencapaian, tetapi harus dinamai dengan tepat: penguasaan integrasi, bukan penguasaan teknologi penuh," kata Martin.

Pernyataan ini memberi gambaran bahwa jika pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat, kemungkinan besar produk tersebut bukan motor yang seluruh teknologinya dikembangkan dari nol di Indonesia.

Model yang lebih mungkin adalah kendaraan dengan desain dan integrasi lokal, tetapi masih memanfaatkan sejumlah komponen inti dari luar negeri.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut
  • Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
  • Buka Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA, Bamsoet Tekankan Integritas
  • Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
  • Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
  • Bantu SD Bengkulu Selatan, IDE Preneur Gelar Golf Charity 2026
  • Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata AS
  • Menkum Buka Suara soal Tarif Baru Naturalisasi dan Lepas Status WNI
Konten Rekomendasi
  • Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
  • Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
  • Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa
  • Ingatkan Kepala Daerah, Bahlil: Blok Masela Bukan Proyek APBD, Jangan Titip Tim Sukses
  • Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar
  • Febrie Adriansyah Punya Dua Status Hukum dalam Kasus yang Sama, Ini Kata Pakar