Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK!

MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK

Waktu: 2026-07-29 19:05:45 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 307x

Sebanyak 1.480 siswa di Provinsi Bali masih belum mendapat SMA/SMK negeri meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah berakhir pada Jumat (17/7/2026) lalu.

Mereka adalah siswa yang belum tertampung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB) 2026 jenjang SMA/SMK negeri.

Secara keseluruhan, terdapat 2.567 peserta yang tidak lolos seleksi dalam segala tahapan SPMB 2026 jenjang SMA/SMK negeri. Dari jumlah itu, baru 1.087 peserta yang tertampung.

"Masih ada (siswa tercecer), baru tersalurkan untuk SMA tahap pertama 731 (siswa) dan SMK tahap pertama 356 (siswa)," kata Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, I Komang Agus Kariasadi, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari Antara.

Dengan demikian, masih terdapat 1.480 peserta yang belum tertampung dan menjadi perhatian Disdikpora Bali.

"Meski demikian, masih tersisa 1.480 peserta yang belum mendapatkan sekolah dan menjadi fokus penanganan Disdikpora Bali bersama sekolah-sekolah negeri maupun swasta," tandasnya.

Disdikpora Lakukan Pemetaan Kuota Sekolah

Saat ini, Disdikpora Bali terus melakukan pemetaan terhadap sekolah yang masih memiliki kuota. Tujuannya agar siswa yang masih berharap pada sekolah negeri namun belum tertampung dapat segera memperoleh akses pendidikan.

"Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan sisa daya tampung di masing-masing sekolah serta domisili calon peserta didik," ucap Komang Agus.

Ia mengatakan penyaluran ini didorong untuk memastikan peserta didik memperoleh sekolah sehingga hak atas pendidikan tetap terpenuhi meskipun tahapan utama SPMB dan MPLS telah berakhir.

Selain itu, hal ini dilakukan karena sejumlah SMA/SMK negeri juga masih memiliki kuota.

Berdasarkan data hasil SPMB 2026 Tahap I dan Tahap II, tingkat keterisian SMA negeri di Bali mencapai rata-rata 70,87 persen. Dari total daya tampung 30.314 kursi, 21.483 siswa dinyatakan sudah lolos seleksi sebelum MPLS.

Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat keterisian SMA tertinggi, yakni 87,03 persen. Sebaliknya, Kabupaten Tabanan mencatat tingkat keterisian terendah, 49,72 persen.

Kemudian pada jenjang SMK negeri, tingkat keterisian secara rata-rata dalam SPMB 2026 sebesar 77,62 persen. Dari total daya tampung 24.844 kursi, 19.283 siswa diterima.

Komang Agus menyebut Kota Denpasar kembali mencatat tingkat keterisian tertinggi 91,45 persen, sementara tingkat keterisian terendah Kabupaten Bangli 60,62 persen.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 RI yang Dijarah Douglas Latchford
  • Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
  • Brimob Polda Metro Tangkap 3 Pelaku Begal dan 3 Orang Bawa Narkoba di Jakut
  • 6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun
  • KSSK Lapor Kredit Perbankan Tumbuh 11,5 Persen, DPR Soroti Penyaluran ke UMKM
  • Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
  • Astrolog Sebut 4 Zodiak yang Paling Beruntung di Akhir Juli 2026, Ada Leo
  • Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
Konten Rekomendasi
  • Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
  • Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
  • Rebutan Air, Dua Petani di Soppeng Terlibat Duel Maut, Satu Tewas
  • Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
  • Penertiban Kawasan Pasar Gede Solo, Parkir Liar dan Becak Tak Bertuan Diamankan
  • Pria Asal Madiun Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Begini Kronologinya