Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah!

Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah

Waktu: 2026-07-29 19:08:15 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 460x

Kejaksaan Agung memastikan sudah tidak ada lagi pengamanan dari personel TNI yang melekat kepada Febrie Adriansyah. Hal ini menyusul pengunduran diri Febrie dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menjelaskan pengamanan personel TNI sebelumnya diberikan karena jabatan Febrie. Setelah Febrie resmi melepas jabatannya, pengamanan TNI itu juga otomatis ditarik.

"Sudah, sudah, sudah. Sudah tidak ada. Sudah tidak ada . Karena pengamanan TNI melekat karena jabatan. Setelah itu nggak ada, ya," kata Anang kepada wartawan di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Senin .

Dalam kesempatan itu, Anang membantah kabar yang menyebut Febrie tengah berada di luar negeri untuk melaksanakan ibadah umrah. Dia memastikan Febrie masih berada di Indonesia dan bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.

"Nggak bener itu . Gimana mau umrah? Sudah dicekal oleh penyidik sebelah juga. Kami pastikan ada di Indonesia, tidak di luar negeri dan sudah dicekal, dan dalam pantauan penyidik juga ya," tegasnya.

Terkait perkembangan kasus Febrie, Kejagung menyatakan telah menerima penyerahan administrasi perkara dari Polri. Anang menyebut hal ini sebagai bentuk kolaborasi antarlembaga penegak hukum.

"Yang jelas, memang kita hari Sabtu kemarin sudah menerima penyerahan administrasi perkara penyidikan dari Polri ke Kejaksaan, dan sudah kita terima. Nanti akan ditindaklanjuti dengan penyerahan baik itu nanti berita acara pemeriksaannya, barang buktinya, dan juga terkait dengan termasuk tersangkanya," jelasnya.

Anang menyebut proses yang terjadi saat ini adalah penyerahan administrasi penanganan perkara, bukan pelimpahan berkas perkara tahap satu.

"Iya, memang kan saya katakan penyerahan administrasi perkara. Bukan berkas ya. Kalau berkas berarti kan penuntut umum dari penyidik," ucap Anang.

"Inikan penanganannya diserahkan, inilah salah satu bentuk daripada kolaborasi kita antara penyidik Kejaksaan Agung sama Polri. Kebetulan yang diduga salah satunya oknum di kita," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung. Jaksa Agung ST Burhanuddin menunjuk Rudi Margono menjadi Plt Jampidsus.

"Penunjukan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Jaksa Agung Nomor: PRINT-76/A/JA/07/2026, sebagai langkah untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sampai ditetapkannya pejabat definitif," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan, Sabtu .

Rudi Margono saat ini menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung. Anang menerangkan pergantian kepemimpinan ini tidak akan memengaruhi proses penegakan hukum perkara tindak pidana khusus.

"Kami tegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak akan memengaruhi proses penegakan hukum. Seluruh penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," kata Anang.

Adapun Febrie kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait tiga perkara korupsi yakni dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Terkait kasus ini, Polisi sudah menggeledah money changer dan Cafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan , hingga sebuah rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat .

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam proses penggeledahan tersebut, mulai emas batangan hingga valuta asing senilai miliaran rupiah. Berikut daftar barang bukti yang diamankan polisi dari 12 lokasi penggeladahan:

Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul

1. 74 kg emas batangan2. USD 4.767.3003. SGD 14.083.8004. Rp 100.000.0005. Foto keluarga 2 bingkai

Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete

1. Rp 4. 462.365.0002. USD 84.3563. SAR 17.5954. SGD 83.3945. THB 33.1006. TRY 4.0207. CNY 1.2238. JPY 152.0009. RM 21210. INR 1.60011. AED 64012. KRW 61.00013. GBP 4014. BND 1015. VND 15016. NZD 100

Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete

1. SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD2. USD 889.9653. Rp 259.159.000

Hasil Penggeledahan di Rumah Cilandak

1. Rp 520.000.0002. USD 133.000

Simak juga Video 'Panja DPR soal Kasus Febrie Adriansyah: Jangan Emas Ditukar Cokelat':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Siap Produksi, Ini Bocoran Paten Honda V3R Pakai Supercharger
  • Berjam-jam JPO Tendean Ditabrak Truk Dibongkar, Kendaraan Belum Bisa Melintas
  • Cekcok Berujung Ucapan Rasis Penjahit di Bali ke Pelanggan Berakhir Damai
  • Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
  • Muatan Overload Bikin Rem Cepat Panas dan Berisiko Blong
  • Kak Seto Usul DKI Jadi Provinsi Pertama Punya Seksi Perlindungan Anak Tiap RT
  • MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI
  • Pemerintah Siapkan Lulusan SMK Siap Hadapi Peluang Kerja Robotika
Konten Rekomendasi
  • 2 Pria di Serang Begal Tukang Sayur, Korban Dilempari Pohon Pisang
  • KPK Akui Diundang Polisi Koordinasi-Supervisi Terkait 3 Kasus Korupsi
  • Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
  • Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
  • Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga