Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan!

TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan

Waktu: 2026-09-13 04:13:20 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 937x

PAPUA PEGUNUNGAN, KOMPAS.com — TNI mengevakuasi puing-puing pesawat Pilatus PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA).

Pesawat tersebut sebelumnya dibakar dalam serangan yang diduga dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, proses pembersihan dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur transportasi udara yang menjadi akses utama masyarakat di Distrik Balinggama.

"Kami mempercepat evakuasi agar jalur penerbangan perintis dapat segera kembali beroperasi," ujar Lucky dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Letjen Lucky bersama Kaskogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto dan pejabat utama Kogabwilhan III. Pembersihan puing-puing pesawat juga melibatkan masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama setempat.

Menurut Lucky, normalisasi landasan dan area sekitar diharapkan mempercepat kembali layanan penerbangan perintis menuju Distrik Balinggama.

Pemulihan akses udara dinilai penting untuk mendukung distribusi logistik, aktivitas masyarakat, serta pelayanan gereja di wilayah tersebut.

Pilot tewas dalam serangan

Pesawat Pilatus PK-RCY sebelumnya dilaporkan dibakar dalam serangan yang juga menewaskan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F Goselin.

Lucky menyatakan tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Kekejian OPM bukan hanya melampaui batas perikemanusiaan, tetapi juga menginjak norma moral, budaya, adat, dan agama," kata Lucky.

Sebelumnya, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Menurut Lucky, jenazah Nicholas telah dievakuasi ke Timika setelah personel TNI mengamankan lokasi kejadian.

Ia memastikan jalur penerbangan di Distrik Balinggama kini telah dinyatakan aman untuk kembali digunakan, termasuk guna mendukung pelayanan gereja di wilayah tersebut.

Berita sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Kodap XVI Yahukimo mengaku bertanggung jawab atas penembakan pilot Nichloas F Goselin dan pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).

"Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kompi Bakusip bertanggung jawab atas penembakan pilot berkebangsaan Amerika Serikat Nichloas F Goselin serta pembakaran satu unit pesawat milik maskapai penerbangan Indonesia milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo," kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Kamis petang.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Asuransi Indosurya ke Jaksa
  • Kenapa Zodiak Gemini dan Virgo Kerap Dapat Reputasi Buruk? Ini Alasannya
  • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
  • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
  • LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar
  • Yusril: Kasus Febrie Adriansyah Tak Dibahas Prabowo di Sidang Kabinet
  • Studi Fosil Terbaru Bantah Teori Lama soal Evolusi Manusia
  • BMW di JLNT Antasari Diduga Mogok, Pemilik Diminta Segera Ambil ke Polres Jaksel
Konten Rekomendasi
  • Roy Suryo Gugat Ganti Rugi Rp 210 Juta, Refly Harun: Akan Disumbangkan ke Panti Asuhan
  • Blok Masela dalam Angka: Efek Domino Investasi Rp 300 Triliun bagi Indonesia
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak
  • WAICO dan Ujian Kepemimpinan AI China
  • Kawal Kunker Wapres di Palembang, Polda Sumsel Jamin Aktivitas Warga Lancar
  • Mau Baca Unggahan Trump Lebih Cepat? Bayar Rp 1,7 Miliar per Bulan