Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental !

Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental 

Waktu: 2026-07-29 19:05:45 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 302x

Pemantauan kesehatan fisik selama pengobatan

Penanganan pasien skizofrenia terus mengalami perkembangan. Jika selama bertahun-tahun fokus terapi lebih banyak diarahkan pada pengendalian gejala kejiwaan, kini perhatian kalangan medis semakin meluas hingga mencakup kesehatan fisik pasien, terutama dalam mengatasi obesitas.

Perubahan pendekatan tersebut didukung oleh semakin banyaknya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa keberhasilan terapi skizofrenia tidak hanya ditentukan oleh stabilitas kondisi mental, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan metabolik pasien. 

Perspektif tersebut diperkuat oleh hasil uji klinis acak yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry yang melibatkan 154 pasien berusia 18 hingga 60 tahun yang didiagnosis skizofrenia atau gangguan terkait. 

Penelitian bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial menunjukkan bahwa intervensi menggunakan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas mampu memperbaiki kondisi metabolik tanpa ditemukan perburukan gejala kejiwaan selama masa penelitian.

Pada akhir penelitian, kelompok yang menerima semaglutide menunjukkan rata-rata penurunan berat badan sebesar 9,21 kilogram, penurunan kadar HbA1c sebesar 0,46 persen, yang menunjukkan membaiknya pengendalian gula darah, termasuk juga perbaikan profil lemak darah.

Temuan ini dinilai memberikan gambaran baru mengenai bagaimana pengelolaan kesehatan fisik dapat diintegrasikan ke dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa berat.

Di Indonesia, zat aktif semaglutide dipasarkan oleh Novo Nordisk melalui dua produk dengan indikasi berbeda, yakni Ozempic untuk terapi diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui. Penggunaannya merupakan obat resep yang hanya boleh dilakukan berdasarkan penilaian dan pengawasan tenaga kesehatan

Menurut para peneliti, hasil studi ini memperkuat pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pelayanan kesehatan jiwa.

Penanganan pasien skizofrenia tidak hanya menjadi tanggung jawab psikiater, tetapi juga memerlukan keterlibatan dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, perawat, psikolog, dan tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan.

Meski memberikan hasil yang  menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa penelitian ini memiliki batasan.

Studi hanya dilakukan pada pasien skizofrenia yang menggunakan antipsikotik generasi kedua serta mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak dapat langsung diterapkan pada seluruh populasi pasien.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Jejak Prestasi Indonesia di China Open, Warisan Candra/Sigit dan Minions
  • Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?
  • Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
  • Guru SD di Lubuklinggau Akui Pukul Siswa yang Tak Hafal Perkalian Pakai Mistar
  • Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas
  • Samsung Galaxy A27 Vs Galaxy A26, Apa Saja yang Upgrade?
  • Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit
  • Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
Konten Rekomendasi
  • Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
  • Warganya Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, India Protes Keras Iran!
  • Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog
  • Pelatihan Guru hingga Renovasi Sekolah, Alazka Care Genjot Pemerataan Pendidikan
  • Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari
  • Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam