Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat!

Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat

Waktu: 2026-09-12 18:43:27 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 521x

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat. Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat.

"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Senin .

Nasaruddin menjelaskan, fenomena matahari tepat di atas Kakbah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, sinar matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.

Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 - 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka'bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

"Pada hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," kata Nasaruddin.

Verifikasi arah kiblat ini dapat dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Melalui gerakan itu, Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama , madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk bersama-sama melakukan verifikasi arah kiblat.

Partisipasi dalam gerakan nasional ini dilakukan dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti pengukuran secara serentak sesuai waktu fenomena matahari di atas Kakbah di wilayah masing-masing.

Dalam portal tersebut, terdapat juga panduan teknis pelaksanaan sehingga masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama di daerah. Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 tidak hanya bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan.

Gerakan ini juga diharapkan menjadi momentum edukasi publik tentang pentingnya ilmu falak sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum. "Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT," ujar Nasaruddin.

Simak Video '5 Mitos Gerhana Matahari yang Dibantah Sains':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik
  • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
  • 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
  • Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak
  • Awal Mula Pohon Suweg Mirip Bunga Bangkai Ditanam hingga Mekar di Bekasi
  • Angels Victoria's Secret Akan Segera Turun ke Runway, Ini yang Dinanti
  • Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks
  • Di Balik Keputusan Anak Mondok, Orangtua Jaga Kepercayaan di Tengah Bayangan Kasus Kekerasan Seksual
Konten Rekomendasi
  • Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China
  • Normalisasi Distribusi BBM di Sumut Dipercepat, Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam
  • Terbantu Harga Solar Rp 15.000, Nelayan: 70 Persen Pengeluaran Habis untuk BBM
  • Korban Kericuhan Konser Denny Caknan Membaik, Armuji: Saya Lega
  • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
  • "Tolong Dikembalikan, Saya Khilaf", Kisah Maling Motor di Ponorogo yang Pulangkan Hasil Curiannya