Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak!

Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak

Waktu: 2026-07-29 19:07:02 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Otomotif Dibaca: 884x

Menurut Bergas, pemerintah kabupaten/kota sebenarnya telah mengantisipasi musim kemarau sejak April-Mei dengan menyiapkan cadangan air bersih.

Secara keseluruhan, kapasitas air bersih yang disiapkan mencapai sekitar 129 juta liter untuk 29 kabupaten/kota.

Namun hingga kini, air yang telah didistribusikan kepada masyarakat baru sekitar 1,6 juta liter karena sebagian besar stok masih disiapkan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau.

"Yang sudah terdistribusi baru sekitar 1,6 juta liter. Artinya stok masih sangat mencukupi untuk kebutuhan ke depan," katanya lagi.

Bantuan droping air bersih

Petugas BPBD Dompu saat mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Rabu (15/7/2026).Kompas.com/ Doc. Wan Muhtajun Petugas BPBD Dompu saat mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Rabu (15/7/2026).

Dia mengatakan, bantuan yang diberikan sementara ini masih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui distribusi truk tangki.

Selain itu, BPBD Provinsi juga membantu penyediaan tandon air berkapasitas 5.000 liter, terpal untuk penampungan darurat, hingga meminjamkan truk tangki kepada sejumlah daerah.

"Kemarin kami juga sudah merestorasi empat truk tangki untuk kemudian diperbantukan ke daerah-daerah yang membutuhkan agar distribusi air bersih lebih cepat," katanya.

Bergas menilai kondisi kekeringan tahun ini lebih ringan ketimbang 2023.

Saat itu, sebanyak 33 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah harus mendapatkan distribusi air bersih dari BPBD.

"Kalau dibandingkan 2023 jauh lebih ringan. Waktu itu 33 kabupaten/kota harus didistribusi air bersih. Sekarang baru 14. Isian waduk juga masih aman sehingga untuk kebutuhan pertanian dan air baku PDAM masih mencukupi," jelasnya.

Puncak musim kemarau

Meski demikian, BPBD memperkirakan jumlah daerah terdampak masih berpotensi bertambah karena puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.

"Kemungkinan bisa bertambah sekitar lima kabupaten lagi sesuai perkembangan musim. Tetapi setelah itu diperkirakan hujan mulai turun kembali menjelang akhir tahun," ujar Bergas.

Lebih lanjut, sebagai antisipasi jangka panjang, BPBD bersama pemerintah pusat menyiapkan berbagai program untuk mengurangi risiko kekeringan.

Mulai dari pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kajian geolistrik untuk pencarian sumber air tanah di Kabupaten Semarang, Magelang, Banjarnegara, dan Wonogiri, hingga pengajuan pembangunan sumur bor kepada BNPB.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Mengenal Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Begini Cara Berkunjungnya
  • Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
  • ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital
  • Perkuat Sinergi, Kapolresta Sambangi Kajari Tangerang dan Dandim Tigaraksa
  • IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,10 Persen ke 6.108, Rupiah Ikut Menguat
  • Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi
  • Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN
  • Instagram Down Global, Pengguna di Indonesia Keluhkan Gagal Upload IG Story
Konten Rekomendasi
  • Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
  • Prabowo Segera Rilis Motor Listrik Nasional, Intip Calon Mereknya
  • Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
  • Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta
  • Viral Dosen UPI Diduga Tipu Wanita Rp 100 Juta, Kampus Bilang Begini
  • Rumah di Wonogiri Diduga Jadi Safe House Bupati Etik, Simpan Brankas Berisi Uang Rupiah hingga Valuta Asing