Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri!

Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri

Waktu: 2026-09-12 20:41:57 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 774x

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid (Cak Udin) mengungkapkan fenomena santri yang mulai beradu argumen dengan kiai di pesantren karena perkembangan Artificial intelligence (AI). Kiai pun kehilangan kepercayaan diri.

"Karena beberapa ustaz mengeluh di beberapa pesantren," kata Hasanuddin Wahid dalam acara Diskusi Publik Ruang Temu AI dan Agama di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Hasanuddin menceritakan tentang keluhan dari ustaz dan kiai yang mengajar tentang ilmu hukum agama kepada para santri.

"Ketika dikasih tahu tentang santri tentang hukum-hukum agama, santri ini menjawabnya, 'Ini di AI enggak begitu, Kiai'," tutur Hasanuddin.

Cak Udin, begitu Hasanuddin biasa disapa, menuturkan bahwa para santri berdebat karena penjelasan AI yang begitu detail dan lengkap tentang dalil syariat.

"'Mohon maaf ini dalam kitab ini, kitab ini, kitab ini. AI-nya itu lengkap, kitab ini halaman sekian dalilnya ini, kitab ini dalil sekian dalilnya ini'. Lebih lengkap daripada penjelasannya ustaznya, kiainya," kata dia.

Menurut Cak Udin, perkembangan AI membuat kiai mulai kehilangan kepercayaan diri.

"Itu membuat kiainya kemudian agak rendah diri, Gus. Ini kan gawat kalau sampai kiai lebih rendah diri, kalah dengan ciptaan manusia," tuturnya.

Cak Udin mengatakan perkembangan AI juga memengaruhi soal etika dan hak-hak kemanusiaan.

"AI ciptaan manusia, tapi etika dan hak kemanusiaan bisa digeser oleh AI. Saya enggak tahu apakah sedahsyat itu, tetapi setidaknya itu yang didalami oleh para pemuka agama itu," ucapnya.

AI jadi tantangan kehidupan beragama

Cak Udin menegaskan, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan ataupun dilakukan oleh AI, termasuk menggeser posisi guru dan pemuka agama.

"Ini tantangan terkini dari agama dan kehidupan beragama. Inilah PR besar, bagaimana agama menyikapi AI, bagaimana para pemuka agama, tokoh agama kita ini memperlakukan AI itu seperti apa," tuturnya.

Perkembangan AI, menurut Cak Udin, mestinya dapat membantu memudahkan agama untuk menata kehidupan keberagamaan yang lebih baik.

"AI ini sebagai alat, dia tidak bisa menggantikan subjek, dia tidak bisa menggantikan agama. AI ini sebagai alat, tidak bisa menggantikan kehidupan keberagamaan, dia tidak bisa menggantikan pemuka agama," ucapnya.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Nomor Punggung 9 Persib Jadi Rebutan Dua Legiun Asing Anyar
  • Tayang 7 Episode, Agent Kim Reactivated Cetak Rating Penayangan Tertinggi
  • Pierluigi Collina Ungkap Sulitnya Pilih Wasit dan Jawab Kontroversi VAR
  • Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
  • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
  • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah
  • Bola Jadi Cermin Bangsa: ‘Sosiologi’ Final Piala Dunia 2026
  • Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun
Konten Rekomendasi
  • Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
  • Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon di Riau Bhayangkara Run 2026
  • Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti
  • Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta
  • Tom Cruise hingga IShowSpeed Bakal Meriahkan Laga Final Piala Dunia 2026
  • Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka