Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri!

Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri

Waktu: 2026-07-29 20:10:59 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 774x

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid (Cak Udin) mengungkapkan fenomena santri yang mulai beradu argumen dengan kiai di pesantren karena perkembangan Artificial intelligence (AI). Kiai pun kehilangan kepercayaan diri.

"Karena beberapa ustaz mengeluh di beberapa pesantren," kata Hasanuddin Wahid dalam acara Diskusi Publik Ruang Temu AI dan Agama di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Hasanuddin menceritakan tentang keluhan dari ustaz dan kiai yang mengajar tentang ilmu hukum agama kepada para santri.

"Ketika dikasih tahu tentang santri tentang hukum-hukum agama, santri ini menjawabnya, 'Ini di AI enggak begitu, Kiai'," tutur Hasanuddin.

Cak Udin, begitu Hasanuddin biasa disapa, menuturkan bahwa para santri berdebat karena penjelasan AI yang begitu detail dan lengkap tentang dalil syariat.

"'Mohon maaf ini dalam kitab ini, kitab ini, kitab ini. AI-nya itu lengkap, kitab ini halaman sekian dalilnya ini, kitab ini dalil sekian dalilnya ini'. Lebih lengkap daripada penjelasannya ustaznya, kiainya," kata dia.

Menurut Cak Udin, perkembangan AI membuat kiai mulai kehilangan kepercayaan diri.

"Itu membuat kiainya kemudian agak rendah diri, Gus. Ini kan gawat kalau sampai kiai lebih rendah diri, kalah dengan ciptaan manusia," tuturnya.

Cak Udin mengatakan perkembangan AI juga memengaruhi soal etika dan hak-hak kemanusiaan.

"AI ciptaan manusia, tapi etika dan hak kemanusiaan bisa digeser oleh AI. Saya enggak tahu apakah sedahsyat itu, tetapi setidaknya itu yang didalami oleh para pemuka agama itu," ucapnya.

AI jadi tantangan kehidupan beragama

Cak Udin menegaskan, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan ataupun dilakukan oleh AI, termasuk menggeser posisi guru dan pemuka agama.

"Ini tantangan terkini dari agama dan kehidupan beragama. Inilah PR besar, bagaimana agama menyikapi AI, bagaimana para pemuka agama, tokoh agama kita ini memperlakukan AI itu seperti apa," tuturnya.

Perkembangan AI, menurut Cak Udin, mestinya dapat membantu memudahkan agama untuk menata kehidupan keberagamaan yang lebih baik.

"AI ini sebagai alat, dia tidak bisa menggantikan subjek, dia tidak bisa menggantikan agama. AI ini sebagai alat, tidak bisa menggantikan kehidupan keberagamaan, dia tidak bisa menggantikan pemuka agama," ucapnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina
  • Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
  • Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
  • BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
  • Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
  • Kantor Kemenag Wonogiri Siapkan Draf Penutupan Ponpes Manjung
  • Tanggal 17 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
  • Gempa M 4,7 Guncang Pasaman Barat, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Mentawai
Konten Rekomendasi
  • Psikologi Orang yang Hobi Bertanya Saat Nonton Film, Ternyata Bukan karena Tak Fokus
  • Gegara Takhayul dan Jaket, Presiden Argentina Tak Hadiri Final Piala Dunia
  • Utang RI Terus Bertambah, Kapan Harus Dilunasi?
  • Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
  • Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak