Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi!

Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi

Waktu: 2026-07-29 19:08:48 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 288x

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno menyoroti kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, ketegangan itu sebagai peringatan serius bahwa disrupsi energi global belum benar-benar berakhir.

"Perkembangan terbaru di Selat Hormuz menunjukkan bahwa stabilitas pasokan energi global masih sangat rentan. Kita tidak boleh lengah bahwa krisis telah usai. Disrupsi energi global masih berlangsung dan berpotensi kembali memburuk sewaktu-waktu," kata Eddy Soeparno dalam keterangannya, Rabu .

Eddy menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terlena oleh adanya gencatan senjata atau jeda konflik sementara.

"Fakta bahwa konflik dapat kembali memanas dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa situasi geopolitik global sangat dinamis. Kita tidak boleh lengah hanya karena ada fase de-eskalasi. Realitasnya, risiko konflik tetap tinggi dan berdampak pada ekonomi global dan pada akhirnya berpotensi menjadi tekanan untuk APBN kita," ujarnya.

Dalam konteks tersebut, dia mendorong agar pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara menyeluruh. Menurutnya, ketahanan energi tidak boleh berhenti hanya pada ketersediaan pasokan, tetapi juga upaya mengelola risiko dari disrupsi global dengan mempercepat transisi energi.

"Indonesia harus mempercepat langkah menuju kemandirian energi. Kita memiliki potensi besar dari sumber daya dalam negeri yang harus dioptimalkan, seperti panas bumi, gas alam, dan bioenergi," jelasnya.

"Dalam banyak kesempatan saya tegaskan bahwa ketahanan energi hari ini sama urgensinya dengan ketahanan nasional. Krisis berkepanjangan di Selat Hormuz menegaskan bahwa upaya mempercepat kemandirian energi dari sumber-sumber dalam negeri tak bisa ditunda lagi," sambungnya.

Dia ini menegaskan ketegangan global yang Kembali terjadi saat ini harus dijadikan sebagai titik balik untuk mempercepat reformasi sektor energi nasional."Ketahanan energi dan transisi energi harus berjalan beriringan. Kita perlu membangun sistem energi berkelanjutan sekaligus juga tahan menghadapi gejolak geopolitik global. Krisis global sudah seharusnya menjadi alarm bagi kita untuk berbenah dan mempercepat langkah strategis mewujudkan kemandirian energi," tutupnya.

Simak juga Video Ditanya Sampai Kapan Serang Iran, Trump: Lanjut Hingga Kubilang Cukup

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite
  • Tawuran Remaja Pecah di Medan Labuhan, Satu Pria Tewas Tertembak pada Wajah
  • Pembunuh Cucu Mpok Nori Didakwa Melakukan Pembunuhan Berencana
  • Riau Bhayangkara Run 2026: Berlari Melawan Karhutla
  • ART di Tulungagung Curi Emas Majikan Senilai Rp 20 Juta, Tak Ditahan karena Menyusui
  • Nobar Final Piala Dunia di Balai Kota Bogor, Ini Lokasi Parkir Kendaraan
  • Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
  • Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi
Konten Rekomendasi
  • [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara
  • Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Bacok Lawan hingga Luka di Jakut
  • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
  • Alami Pendarahan Hebat, Warga Pulau Komodo Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Speedboat
  • Diterpa Longsor, Masjid hingga Rumah Warga di Gegerkalong Bandung Hancur
  • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer Opta, Berapa Perkiraan Skornya?