Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki!

Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki

Waktu: 2026-07-29 19:11:55 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 185x

Nasib malang menimpa Sri Mulyatin , seorang pemilik UMKM di Jakarta Pusat. Sri yang berniat membeli laptop melalui marketplace dengan layanan pengiriman instan agar cepat sampai, namun diduga dilarikan oleh oknum kurir ojek online .

Kejadian bermula saat suami Sri memesan satu unit laptop dari sebuah toko di kawasan Mangga Dua untuk dikirim ke rumah mereka di daerah Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa . Sri memilih layanan instan karena membutuhkan perangkat tersebut segera.

"Kebetulan yang pesen itu suami saya. Nah, berhubung suami saya di kantor lagi kerja, nah pas kita tahunya itu pas pulang suami saya gitu. Katanya, 'Paketnya udah ada belum?' gitu. 'Belum'," kata Sri kepada detikcom, Sabtu .

"Pas dia lihat status pengirimannya, 'Lah, ini udah selesai jam 12.17'," lanjutnya.

Sri kemudian mencoba menghubungi nomor driver yang tertera atas nama Sarwani. Namun tidak ada balasan yang diterima Sri.

"Kita hubungi nomor driver-nya, awalnya masih aktif. Pas kita chat, terus kita telepon, nggak diangkat. Nggak lama kemudian kita diblokir," ungkapnya.

Sri menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan foto wajah dan kartu identitas pelaku dari pihak toko di Mangga Dua. Hal ini dikarenakan setiap pengambilan barang elektronik, pihak toko biasanya mendokumentasikan identitas kurir.

Akibat kejadian ini, Sri mengalami kerugian sebesar Rp 8,5 juta.

"Kalau yang di video aku kan Rp 15 juta itu ya, yang segitu harga normalnya itu mah segitu katanya. Cuma kita dapat diskon, jadi kerugiannya itu Rp 8,5 jutaan," ucapnya.

Sri mengungkapkan alasannya menggunakan layanan instan meski dengan tarif lebih mahal adalah karena faktor kebutuhan. Laptop tersebut rencananya akan langsung digunakan untuk menunjang pekerjaannya.

" buat bekerja sih. Sangat ngehambat-lah karena kan kita makanya pakai instan biar cepat datangnya, terus sekarang malah kayak gini," keluh Sri.

Dia mengaku sempat mencoba menggertak pelaku dengan mengirimkan rekaman video yang menunjukkan dirinya sedang berada di kantor polisi. Harapannya pelaku takut dan mengembalikan barangnya.

"Harapan saya sih membuat efek jera kepada oknum-oknum driver. Karena setelah kasus kami muncul, ternyata banyak orang juga yang mengalami tapi mereka enggak berani speak up," tuturnya.

Sri telah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat. Dia menyebut tengah menunggu perkembangan dari pihak kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. Dia memastikan pihaknya telah memonitor kasus yang viral di media sosial ini.

"Monitor. Sudah laporan dan dalam penyelidikan anggota kami," ujar Roby saat dihubungi.

Roby juga menegaskan bahwa tim penyidik telah berhasil mengantongi identitas kurir ojol yang membawa kabur laptop milik korban. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

" sudah ada. Sedang dalam pengejaran," pungkas Roby.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Peneliti Temukan Mikroplastik di Ekosistem Laut Dalam Terpencil di Bumi, Alarm bagi Manusia?
  • Tahun 2027, Pabrik Kimia Chandra Asri Rp 14,3 Triliun Siap Operasional
  • Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran
  • Promo JSM Alfamart Periode 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Hemat Mulai Rp 30.000-an
  • Kota Ini Catat 0 Korban Tewas Akibat Kecelakaan dalam Setahun, Apa Rahasianya?
  • Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
  • Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
  • Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan
Konten Rekomendasi
  • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
  • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Tetap Melayani meski Tak Selalu Dilihat
  • Pengalaman Beli Laci Pakaian Online, Outfit Jadi Lebih Tertata Rapi Tanpa Ribet
  • Komisi III DPR ke Kejagung, Sebut Kasus Terkait Oknum Bukan Institusi
  • Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
  • Kemensos-BNN Sinergi Tangani Korban Narkoba, Libatkan Kemenkes-Kemenaker