Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Bantu Anak Buruh Lanjutkan Pendidikan!

Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Bantu Anak Buruh Lanjutkan Pendidikan

Waktu: 2026-07-29 19:07:26 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 688x

Seorang buruh harian, Sarbini mengaku bersyukur anaknya Nabil mampu melanjutkan sekolahnya ke jenjang selanjutnya. Hal itu tidak terlepas dari kehadiran Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta yang digagas oleh Gubernur Banten, Andra Soni.

Sarbini mengatakan sebelum ada program tersebut, dirinya kerap 'dihantui' biaya sekolah ketika tahun ajaran baru tiba. Sebagai buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, penghasilannya tidak pernah pasti.

"Yang penting anak bisa sekolah," kata Sarbini dalam keterangan tertulis, Rabu .

Kadang dirinya bekerja sebagai kuli bangunan, kadang mendapat panggilan memperbaiki instalasi listrik warga. Namun, tak jarang harus menganggur berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kini, kecemasan itu perlahan menghilang setelah putranya, Nabil Ilham Maulana diterima di SMK Nurul Huda Baros melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten pada tahun ajaran 2026-2027.

Bagi Sarbini, program tersebut bukan sekadar menghapus kewajiban membayar SPP. Program itu menjadi harapan bagi keluarganya untuk memastikan pendidikan anak-anaknya. Sejak diberlakukannya program ini, puluhan ribu siswa dapat melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas. Bahkan, tahun ajaran 2025-2026 lalu Program Sekolah Gratis menjangkau 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi mengikuti program sekolah gratis ini.

"Sebelum ada Program Sekolah Gratis, saya merasa berat. Saya punya tiga anak. Yang pertama masuk SMK, yang kedua SMP, dan yang ketiga SD. Adanya program ini, masya Allah Pak, saya lega dan sangat terbantu. Sekarang tinggal mikirin kebutuhan alat tulis saja," ujar Sarbini.

Dia mengaku selama ini biaya pendidikan menjadi beban yang paling sering dipikirkannya. Sebab sebagai buruh harian lepas, dia tidak memiliki penghasilan tetap.

"Pekerjaan saya tidak setiap hari ada. Kadang kerja seminggu, setelah itu bisa menganggur sampai tiga bulan. Jadi uang yang tadinya buat bayar SPP sekarang bisa ditabung untuk kebutuhan pendidikan anak ke depan," katanya.

Kondisi ekonomi itu membuat Sarbini sempat diliputi kekhawatiran ketika Nabil memutuskan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Di satu sisi, dirinya ingin mendukung cita-cita putranya. Namun di sisi lain, dirinya belum mengetahui bagaimana cara membayar biaya sekolah.

"Ya, kepikiran. Saya sempat khawatir bagaimana nanti bayarnya. Soalnya pekerjaan saya serabutan, kadang jadi tukang, kadang ngelas. Apa saja yang penting halal," ungkapnya.

Meski demikian, Sarbini tidak pernah mematahkan keinginan anaknya. Nabil sudah sejak lama bercita-cita bersekolah di SMK Nurul Huda Baros. Bahkan keputusan itu diambil jauh sebelum adanya Program Sekolah Gratis.

"Dia memang dari awal ingin sekolah di sini. Saya tidak memaksakan. Saya mendukung pilihan anak," katanya.

Kini Nabil tercatat sebagai siswa kelas X Jurusan Teknik Listrik di SMK Nurul Huda Baros. Sarbini berharap pendidikan menjadi jalan bagi putranya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada yang dirasakan.

Karena itu, dia selalu mengingatkan Nabil agar bersungguh-sungguh belajar dan menjauhi pergaulan yang dapat merusak masa depan.

"Saya selalu bilang, cari uang itu susah. Sekolah yang benar, jangan ikut tawuran atau pergaulan yang tidak baik. Saya pernah merasakan masa muda yang salah, dan saya tidak ingin anak saya mengulanginya," ungkapnya.

Sarbini pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah atas Program Sekolah Gratis yang nilainya telah meringankan beban masyarakat kecil.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Andra Soni dan Pak Dimyati. Kalau tidak ada program ini, saya pasti masih was was karena pekerjaan saya buruh harian lepas, kadang ada kerjaan, kadang lebih banyak menganggur," ujarnya.

Dia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga dengan kondisi ekonomi serupa yang dapat merasakan manfaatnya. Bahkan, ia bermimpi suatu saat bantuan pendidikan juga menjangkau jenjang perguruan tinggi.

"Kalau bisa program ini diteruskan. Syukur-syukur sampai perguruan tinggi juga ada bantuan. Saya ingin anak saya sekolah setinggi mungkin, lebih baik daripada orang tuanya," tutupnya.

Simak juga Video 'Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Program Sekolah Rakyat!':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • BTN Cetak Rekor Laba Semester I Rp 2,4 Triliun, Cost of Fund Jadi Kunci
  • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
  • Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Suporter Bentrok dengan Polisi
  • Respons 110, Polres Jaksel Usut Rumah Makan Minang Dibobol Maling
  • Akhir Pelarian 'Taufik Hidayat' Cikarang
  • Ada 2 Juta Keluarga di Jabar Belum Memiliki Rumah, Sekda Jabar: 90.000 ada di Kota Bandung
  • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
  • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya
Konten Rekomendasi
  • Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Dunia Industri
  • Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000
  • Trump Sudah Tak Peduli Kesepakatan Damai dengan Iran
  • Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
  • Thom Haye Sanjung Fasilitas Bali United Training Center, Singgung Punya Persib
  • RUU Masyarakat Adat Ditargetkan Sah Jadi UU pada Periode Presiden Prabowo