Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas!

Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas

Waktu: 2026-09-12 22:32:34 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 213x

Seorang pria di Bangladesh tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu karena ejekan terkait kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti. Insiden yang diawali dari perdebatan mengenai sepak bola berujung hilangnya nyawa korban.

Berdasarkan laporan media di Bangladesh, Mohammed Shariful Islam, 35 tahun, tewas setelah keributan memuncak saat menonton pertandingan Piala Dunia Argentina-Mesir di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.

Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa lalu, Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 tetapi gagal mengeksekusi penalti, setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Menurut laporan di The Daily Star, Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa pertengkaran terjadi setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

Seorang saksi mata mengatakan setelah kegagalan Messi tersebut, Shariful mengejek para pendukung Argentina.

"Bapakmu enggak bisa cetak gol ," ujar saksi itu menirukan Shariful.

Situasi pun berubah jadi "panas". Penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, mengatakan saat perdebatan memanas dan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu, diduga memukul kepala Shariful.

Shariful kemudian diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal.

Laporan lain di media Prothom Alo, mengutip warga setempat dan saksi, mengatakan Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan itu.

Istrinya, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," kata sang istri.

"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," ujarnya.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Resep Donat Kentang Empuk, Ini Tips agar Mengembang Sempurna
  • Kuasai Honai OPM di Intan Jaya, Koops Habema Temukan 3 Pucuk Senjata
  • Praperadilan Piche Kota Dikabulkan, Kuasa Hukum Rivel Sila Soroti Perbedaan Putusan
  • Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi
  • Panas Membara, Italia Umumkan Status Merah di 15 kota
  • Sidang Perdana Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Digelar 23 Juli
  • Lansia Dijambret di CFD Rasuna Said, Pelaku Bercelurit Ditangkap, 1 Lainnya Kabur
  • AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya
Konten Rekomendasi
  • Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan
  • Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen
  • Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
  • Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
  • Jakarta Mulai Tinggalkan Open Dumping, Warga Didorong Pilah Sampah dari Rumah
  • Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol