Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim!

Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim

Waktu: 2026-09-12 18:40:06 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 843x

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan V, Bobby Adhityo Rizaldi , memenuhi panggilan KPK. Bobby akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis , Bobby Rizaldi tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 09.55 WIB. Bobby mengenakan baju batik bernuansa biru.

Bobby tak banyak memberikan komentar terkait pemeriksaannya. Dia langsung memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita hadir hari ini," ujar Bobby Rizaldi singkat.

Sementara itu, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan keterangan Bobby diperlukan untuk menerangkan konstruksi perkara tersebut secara utuh. Dia mengatakan keterangan para saksi akan membantu penyidik membuat perkara ini menjadi terang benderang.

"Pemeriksaan tersebut dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait audit laporan keuangan oleh BPK di Kabupaten Muara Enim Sumsel. Di mana dari dugaan pengubahan temuan audit tersebut, menjadikan status opini untuk Pemkab Muara Enim juga berubah dari WDP menjadi WTP," kata Budi Prasetyo.

"Oleh karena itu, Penyidik memerlukan keterangan para saksi untuk menerangkan konstruksi perkara sehingga menjadi utuh, termasuk untuk memperkuat alat bukti terhadap pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," tambahnya.

Sebelumnya KPK menggeledah rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan , Bobby Adhityo Rizaldi . Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari penggeledahan tersebut.

"Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa .

Budi mengatakan bukti elektronik yang disita akan diekstrak untuk kebutuhan pendalaman informasi. Dia mengatakan penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

"Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim," ujarnya.

Diketahui, Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Senin . KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa .

Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka usai OTT itu. Berikut identitas para tersangka:1. Bupati Muara Enim, Edison2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.

Suap diduga merupakan duit menjaga 'hubungan baik' karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

Pada Rabu , KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebutkan OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.

KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.

Berikut lima tersangka dalam kasus kedua Edison:1. Angga selaku pihak swasta2. Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis.3. Edison selaku Bupati Muara Enim4. Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi5. Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi

Lihat juga Video: KPK Join Investigation dengan Kortas Tipikor Polri di Kasus Muara Enim

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal
  • Promo On The Weekend Lawson 17-19 Juli 2026, Ada Diskon Camilan hingga Rp 6.900
  • Kunci Spanyol Singkirkan Perancis Menurut Pedro Porro: Penguasaan Bola
  • Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang
  • Kasus Pemerkosaan Anak di Sampang, Pakar Sebut Hukuman Pelaku Bisa Diperberat
  • Cerita SD di Karanganyar yang Tak Dapat Murid Baru, Sudah Door to Door Cari Siswa
  • Beige Flag vs Red Flag, Apa Bedanya dalam Sebuah Hubungan?
  • Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino, Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat
Konten Rekomendasi
  • Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP
  • Drake Pasang Taruhan Rp24,5 Miliar untuk Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia
  • IHSG Menguat ke 6.108, Investor Asing Catat Net Buy Rp 283 Miliar
  • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
  • BGN Investigasi ke Jember soal Siswa dan Wali Murid Diare Usai Santap MBG
  • Lari Sambil Dorong Stroller, Tren Baru Orang Tua Muda Jakarta Jaga Kebugaran