Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan!

Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan

Waktu: 2026-07-29 19:05:59 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 939x

Polisi keamanan nasional Hong Kong menangkap lima penjual buku atas tuduhan melakukan tindakan dengan niat menghasut, Rabu (15/7/2026) malam.

Industri toko buku independen yang dulunya berkembang pesat di kota ini telah menyusut sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menyeluruh di Hong Kong pada 2020.

Banyak dari toko-toko ini menawarkan beragam judul buku politik dan sosial yang lebih luas daripada yang ditemukan di toko-toko umum.

Toko-toko ini menjadi saluran penting bagi masyarakat sipil Hong Kong dengan menyelenggarakan diskusi buku dan lokakarya.

Dituduh jual buku "hasutan"

Dikutip dari Reuters, polisi mengatakan, mereka menerima laporan dari Departemen Bea Cukai Hong Kong yang menyebut adanya kiriman buku dari luar negeri yang dinilai bermaksud menghasut.

Petugas menggeledah dua toko di Mong Kok di distrik Kowloon dan menangkap dua pria berusia 37 dan 57 tahun, serta tiga wanita, berusia 30 hingga 59 tahun.

"Penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa kelima orang yang ditangkap tersebut diduga memajang barang-barang dengan maksud menghasut dan menjual publikasi dengan isi yang menghasut di dalam toko-toko," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Disebutkan bahwa buku-buku itu berisi hasutan dan kebencian terhadap pemerintah Hong Kong, lembaga peradilan, serta lembaga penegak hukum. 

"Sejumlah buku dengan niat menghasut telah disita dari toko-toko tersebut," bunyi pernyataan itu.

South China Morning Post mengidentifikasi toko buku tersebut sebagai 'Have a Nice Stay' dan Greenfield Bookstore. 

Toko buku bakal tutup

'Have a Nice Stay' telah mengumumkan bahwa mereka akan tutup pada 30 Agustus, dengan alasan termasuk kerugian finansial dan garis merah yang sulit dipahami mengenai buku-buku apa yang mungkin dianggap bermasalah.

Penangkapan ini terjadi setelah polisi pada bulan Juni menangkap dua pemilik toko buku dalam kasus terpisah yang menurut pihak berwenang memajang dan menjual publikasi dengan konten hasutan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menulis di halaman Facebook-nya pada bahwa setiap toko buku independen adalah ruang penting untuk menjaga kebebasan berpikir.

"Kami ingin menyampaikan keprihatinan dan rasa hormat kami kepada semua toko buku dan pekerja budaya yang terus teguh dalam keadaan sulit. Pemikiran dan tulisan tidak boleh dipenjara karena tekanan politik," kata Lai.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Cegah Korupsi dan Sengketa Hukum, Bupati Bulungan Bekali 74 Kepala Desa lewat Retreat Kepemimpinan
  • Wamensos Bawa Pesan Prabowo ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Semarang
  • Candu Judol Pangreh Praja
  • PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli
  • Capai Final Piala Dunia 2026, Messi Tepis Isu Argentina Dibantu FIFA
  • PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
  • Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
  • PWI Pusat Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?', Desak Minta Maaf
Konten Rekomendasi
  • Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
  • Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan
  • Kunci Sukses Timnas Voli Putra Bungkam Kamboja 3-0 di SEA V Cup 2026
  • Kronologi Bentrokan Pemuda di Kebumen dan Kebakaran Gudang J&T
  • Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
  • Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000