Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup!

Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup

Waktu: 2026-07-29 19:05:38 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 290x

Volkswagendok.Carscoops Volkswagen

Volkswagen saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari penurunan laba, tarif impor Amerika Serikat (AS) yang membebani miliaran euro, hingga persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif China.

Di sisi lain, perusahaan juga dituntut meningkatkan efisiensi operasional pabrik-pabriknya di Jerman.

Dalam memo tersebut, Blume menjelaskan biaya operasional Volkswagen masih sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya. Oleh karena itu, perusahaan sedang menghitung berbagai opsi penghematan, termasuk kemungkinan pengurangan sekitar 50.000 posisi tambahan.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut.

Apabila rencana itu terealisasi, total pengurangan tenaga kerja Volkswagen dapat mencapai sekitar 100.000 orang.

Angka tersebut akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Sebagai perbandingan, General Motors memangkas sekitar 50.000 pekerja saat mengajukan kebangkrutan pada 2009.

Ilustrasi pabrik mobilwww.caradvice.com.au Ilustrasi pabrik mobil

Restrukturisasi belum selesai

Volkswagen saat ini belum memberikan tanggapan atas berbagai laporan yang menyebut perusahaan akan memangkas hingga 100.000 tenaga kerja.

Dalam pernyataan resminya usai rapat dengan para pemangku kepentingan, perusahaan hanya menyampaikan rencana pengurangan kapasitas produksi serta penyederhanaan portofolio model kendaraan.

Jumlah model yang diproduksi bahkan direncanakan berkurang hingga sekitar separuh dari portofolio saat ini.

"Tentu saja dapat dipahami bahwa belum semuanya direncanakan hingga ke rincian terakhir, dan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibahas serta dievaluasi lebih lanjut," katanya.

"Masih akan ada lebih banyak pertemuan di mana kita akan bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik," ujar Blume.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Prabowo Cek Mesin Pemusnah Sampah Sebelum Panen Raya Program TNI
  • Hamparan Sabana di Labuan Bajo Terbakar, Api Menyebar Capai 100 Hektar
  • RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
  • Rekap Hasil Japan Open 2026: Debut Manis Ubed, 4 Wakil Indonesia Lolos
  • Piala Dunia 2026: Perancis Lebih Jago dari Inggris saat Tampil di Perebutan Peringkat 3
  • Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur
  • 4 Tips Mix and Match Outfit Polkadot untuk Tampilan Chic dan Kekinian
  • AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
Konten Rekomendasi
  • SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, Kemendikti Sambut Siswa di Konawe Selatan dan Bulungan
  • Serangan AS ke Iran Masuki Hari ke-9, Hormuz Terus Memanas
  • Viral 2 Pekerja Migran Asal Agam Terikat Minta Dipulangkan dari Myanmar, BP3MI Tindak Lanjuti
  • Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Disebut Pernah Teror Bom ke Tetangga
  • Erika Lulus S1 Tanpa Skripsi Berkat Inovasi Belajar Matematika lewat Tari Kembang Kahyangan
  • Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat